Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SEKOLAH DI LEMBATA TETAP JALANKAN BDR

 


Lembata, CAKRAWALANTT.COM Kepala Dinas PKO Kabupaten Lembata, Silvester Samung menyampaikan, hingga kini sekolah-sekolah di Kabupaten Lembata masih tetap menjalankan Belajar dari Rumah (BDR). Hal ini seusai dengan Surat Edaran Bupati Lembata Nomor: TUK.421/O6.PKO 1/2021 Tentang Pemberlakuan Belajar dari Rumah (BDR) Pada Satuan Pendidikan Tingkat TK/PAUD/PRA SD/MI, SMP/MTS/SMP SATAP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Lembata.

 

Saat ini Kabupaten Lembata juga mengahapi dua bencana nasional yakni covid-19 yang saat ini daerah Lembata Zona Merah dan juga erupsi Gunung Ile Lewotolok yang melanda  Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Maka dilihat dari bencana nasional ini pemerintah harus tetap memberikan solusi yang terbaik untuk kegiatan  BDR,” Silvester Samung, Kamis (14/1/2021) kepada media ini di ruang kerjanya.

 

Lebih lanjut diuraikannya, pada tahun pelajaran 2020/2021, pihaknya sudah memantau secara dekat kondisi para guru dan peserta didik. Dalam kegiatan BDR, ungkapnya peserta didik dibagi dalam kelompok sesuai dengan zonasi yang diatur oleh pihak sekolah.

 

Silvester menjelaskan, dalam mendukung BDR, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial langsung kepada anak-anak yakni HP/tablet, buku tulis, tas sekolah, dan seragam sekolah. Bantuan tersebut hanya menyasar peserta didik SD dan SMP baik negeri maupun swasta.

 

Tolong para guru perhatikan baik-baik siswa yang harus dibantu, jangan yang sudah mampu juga didaftarkan. Ingat, jangan sampai kepadatan di lapangan karena ada laporan dari orang tua banyak bantuan yang sudah diberikan kepada masyarakat lingkungan sekolah namun banyak kepala sekolah ataupun guru-guru belum memahami secara hati nurani,” tegasnya.

 

Dinas PPO Lembata, lanjutnya, sudah memiliki rancangan yang akan dikirim ke kementerian terkait jumlah bantuan langsung kepada peserta didik. Rinciannya, 300 tablet untuk peserta didik SD, dan 350 tablet untuk tingkat SMP. Sedangkan bantuan langsung berupa buku tulis, tas sekolah, seragam sekolah untuk tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Lembata dialokasikan bagi 6.000 orang.

 

Sumbangan ini untuk semua sekolah baik sekolah negeri maupun swasta. Untuk itu jumlah sekolah se-Kabupaten Lembata dari tingkat SD Negeri 101, SD Swasta 59, total 160 Sekolah. Pada tingkat SMP Negeri/SATAP 38, SMP Swasta 13, total semuanya ada 51 SMP. Terkait hal tersebut maka pihak sekolah harus segera melaporkan kondisi siswa-siswi yang keluarganya kurang mamp,” jelasnya.

 

Berita dan Foto: Rofinus R. Roning

Editor: R. Fahik

Post a comment

0 Comments