Latest News

Tuesday, 20 October 2020

ARWAH BULAN DALAM AIR

 


Oleh: Marsel Robot

Penulis & Akademisi Undana Kupang

 

Dan arwah bulan dalam air memparafrase 

rindu yang menghitam pada gelapnyanya cahaya matahari

tak ada pembilang, juga penyebut pada jarak yang hangus

Seperti kata-katamu beraroma rampe mewakli sura-suara hilang

Terdengar elegi requiem yang halus rangkap tiga

Mengeja aksara yang tumbuh  di geladak

Berkas-berkas tanpa alamat menuju cakrawala

 

Jangan kau antar aku ke pintu

Sebelum arwah bulan dalam air menjelma menjadi bola mata

Ia mengabad tak berkedip

Pun arloji yang menghitung detak nafsumu

pada angka-angka hitam yang merawat penismu

di antara ribuan pentil yang terus mendongeng

tentang sebutir debu di injil

 

Gelombang liur yang melipat episoda

Tertumpuk dalam lekukan lagu

Yang tak pernah sampai di kaki bukit

Tempat kaubenamkan arwah bulan dalam air

Jejak-jejak perjalanan terhapus oleh libido dan kata basah

Antarlah kembali aku pada sebutir debu di injil

comments

No comments:

Post a comment