Latest News

Monday, 3 August 2020

KADIS PK NTT HADIRI PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN GEDUNG SMK KRISTEN ADAMAR BASMUTI


TTS, CAKRAWALANTT.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Provinsi NTT, Drs. Benyamin Lola,M.Pd., menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung SMK Kristen Adamar Basmuti, Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS, Sabtu (1/8/2020).

Dalam sambutannya Benyamin Lola menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Adamar, ketua panitia, penanggung  jawab sekolah, kepala desa, camat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan para peserta didik yang telah mengundang pihaknya untuk hadir dalam pembangunan gedung SMK Kristen Adamar Basmuti. SMK, lanjutnya adalah sekolah Vokasi yang mana outputnya diharapkan akan menjadi anak-anak yang memiliki kompetensi  pengetahuan, bukan hanya sekadar pengetahuan tetapi juga memiliki keterampilan. Maka pengetahuan dan keterampilan itu akan menjadi modal untuk hidup ke depan.

“Saya berterima kasih karena Yayasan Pendidikan Adamar Soe memilih kompetensi keahlian yaitu agribisnis peternakan unggas dan agribisnis pertanian tanaman pangan dan holtikultura, sementara untuk kompetensi keahlian pada instalasi listrik yang belum, tapi pada tahun pertama kita mulai dengan dua kompetensi keahlian ini. Saya melihat bahwa pemilihan kompetensi keahlian di sini adalah pemilihan yang tepat karena daerah kita cukup potensial untuk pengembangan dua kompetensi keahlian tersebut," ungkapnya.

Ia melanjutkan, "Oleh karena itu pada saat peletakkan batu pertama ini saya ingin meletakkan juga konsep tersebut. Kalau hanya sekadar meletakkan batu saya kira semua kita bisa tetapi konsep ini harus benar-benar ditanamkan pada peserta didik di SMK Kristen Adamar Basmuti sehingga 5 hingga 10 tahun mendatang akan lahir orang-orang yang menjadi pebisnis baik itu di bidang peternakan maupun pada bidang pertanian. Jadi jangan hanya bisa menanam dan memelihara tetapi harus bisa juga untuk menjual."

Dijelaskannya, dalam kurikulum SMK 70% adalah praktik sementara teori hanya 30%. Hal ini harus benar-benar diterapkan, sebab tanpa melalui praktik maka keterampilan itu tidak akan kita peroleh. Jangan merasa malu untuk menjual hasil dari apa yang telah ditanam dan dipelihara. Kondisi psikologis ini yang harus ditanamkan sejak dalam proses pendidikan.

"Di sekolah SMK ini kita dibentuk untuk menjadi pengusaha. Pengusaha itu  tidak jatuh dari langit tetapi harus dibentuk sejak dini supaya harus berpikir untuk menjadikan segala sesuatu yang bisa menghasilkan uang guna memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan lain, karena uang ada dimana-mana hanya bagaimana carannya untuk kita tangkap peluang itu. Terkadang kita yang membatasi diri untuk menangkap peluang tersebut, karena merasa takut maka kita tidak bisa memperoleh uang tetapi kalau kita berani dan memiliki motivasi yang kuat kita pasti dapat uang," tuturnya.

Ia berharap agar peserta didik yang ada di SMK Kristen Adamar Basmuti memiliki motivasi bahwa ia harus hidup berhasil dan tidak boleh kalah dengan orang lain, karena kita juga bisa berdagang. Ia juga menekankan kepada para tenaga pendidik untuk menanamkan jiwa kewirausahaan itu kedalam setiap peserta didik yang ada sebagai motivasi untuk terus berkembang ke depan.

Sehubungan dengan permohonan izin operasional dari yayasan untuk pendirian SMK Kristen Adamar Basmuti, dirinya mengakui masih sedikit terkendala dengan beberapa persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh yayasan sebagai pemberkasan untuk memberikan kelengkapan yang diperlukan yaitu terkait dengan jaminan kesehatan dari BPJS dan Ketenagakerjaan. Hl ini harus dilengkapi oleh yayasan sebagai bentuk jaminan dari yayasan terhadap para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mengabdi pada SMK Kristen Adamar Basmuti. Selain itu juga status tanah harus jelas, memiliki minimal gedung darurat semi permanen, serta jumlah peserta didik minimal 62 orang.

“Izin Operasional bukan lagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi tetapi hanya berkewenangan untuk memberikan rekomendasi dari hasil kajian teknis kemudian memberi rekomendasi kepada gubernur dalam hal ini kepada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu untuk mengeluarkan Izin Operasional,” jelasnya.

Pergumulan Panjang

Sementara Ketua Panitia Pembangunan Sekolah sekaligus Penanggung Jawab Calon SMK Kristen Adamar Basmuti, Gedor E.S. Nabunome, S.Pd., dalam laporan kepanitiaanya menyampaikan bahwa Kehadiran SMK Kristen Adamar Basmuti  yang terletak di Desa Basmuti, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten TTS ini merupakan sebuah pergumulan yang panjang agar masyarakat  setempat bisa mengenyam pendidikan menengah. Selama ini banyak yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah karena keterbatasan fasilitas serta jarak tempuh yang sangat jauh.

Gedor Nabunome
Nabunome juga menyampaikan bahwa SMK Kristen Adamar Basmuti bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Adamar Soe, adalah satu-satunya calon sekolah kejuruan yang ada di Kecamatan Kuanfatu yang meliputi 13 Desa. Hal ini merupakan salah satu nilai tambah bagi masyarakat Kecamatan Kuanfatu khususnya masyarakat Desa Basmuti dan dukungan dari masyarakat sekitar sangat luar biasa.

Dijelaskannya, adapun tujuan dari pendirian sekolah tersebut yaitu, pertama, sebagai pendekatan pelayanan pendidikan terhadap masyarakat Kuanfatu dan sekitarnya sehingga mengurangi angka pengangguran. Kedua, sebagai wahana pengembangan potensi daerah atau potensi lokal yang dimiliki berdasarkan karakteristik daerah dan masyarakat. Ketiga, sebagai bentuk kepedulian terhadap keterbelakangan pendidikan yang terjadi di Kecamatan Kuanfatu.

Adapun aset yang dimiliki sekolah tersebut yaitu dua bidang tanah yang terletak di RT 07, RW  02, Dusun 1, Desa Basmuti dengan luas 3.000 m2, dan lokasi dua terletak di RT 03, RW 01, Dusun 1, Desa Basmuti dengan luas tanah 10.000 m2. Sementara jumlah keseluruhan peserta didik 75 orang dengan rincian kelas X sebanyak 38 orang dan Kelas XI sebanyak 37 orang, dengan tenaga pendidik sebanyak 18 orang.

Sekolah pendukung SMK Kristen Adamar Basmuti adalah SMPN Satap Basmuti, SMPN 2 Amanuban Selatan, SMP Kristen Amsal Lasi, SMPN Satap Ebo, SMPN Kakan, SMPN Satap Fatuelak, SMPN Satap Bonak dan SMPN Satap Noebeba.

Nabunome menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas PK Provinsi NTT, para Kabid, Kasie, serta rombongan yang begitu peduli dengan kemajuan pendidikan di Kecamatan Kuanfatu sehingga menyempatkan diri untuk menghadiri peletakan batu pertama. Ia juga menyampaikan terima kasih  kepada Yayasan Pendidikan Adamar Soe, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, orang tua siswa, peserta didik dan semua komponen yang telah memberikan mendorong demi kehadiran sekolah tersebut. (Lenzho/red)

comments

No comments:

Post a comment