Latest News

Thursday, 26 March 2020

UN RESMI DIBATALKAN, INI KATA ANGGOTA KOMISI V DPRD NTT

Yohanes Rumat, S.E. (Foto: Dok. Cakrawala NTT)

KOTA KUPANG, CAKRAWALANTT.COM – Ujian Nasional (UN) tahun 2020 resmi dibatalkan pemerintah menyusul merebaknya Covid-19 di Indonesia. Kepastian pembatalan ini disampaikan Mendikbud, Nadiem Makarim dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Selasa (24/3/2020). Pembatalan UN tersebut ditanggapi positif oleh Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Yohanes Rumat, S.E.     

Kepada CAKRAWALANTT.COM, dirinya mengungkapkan, sebagai Anggota DPRD Provinsi NTT dari Komisi V yang juga bermitra dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT, ia menyambut baik dan gembira pola-pola pencegahan penyebaran virus Corona termasuk pembatalan UN. Sebagai wakil rakyat, dirinya meminta kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar segala kebijakan politik anggaran dan kebijakan lainnya harus segera ditindaklanjuti.

“Atau politik anggarannya harus muncul. Contoh, kalau UN hilang berarti sekolah harus mempersiapkan soalnya dan pengangaran atau pun pola elektronik atau digital elektroniknya harus lebih baik dan diatur secara baik pula. Tentu banyak perubahan yang terjadi di tingkat lokal akibat kebijakan ini,” ungkapnya.

Dirinya mengapresiasi sikap tegas Ketua Komisi X yang sebelumnya menghendaki UN SMA dan SMP ditidakan. Menurutnya, hal itu sangat mendasar mengingat ada himbauan pemerintah dalam hal ini Presiden untuk setiap masyarakat tidak boleh berkumpul atau berkerumun pada tempat tertentu dalam jumlah lebih banyak.

“Dasar inilah bentuk tanggung jawab DPR RI untuk secara teknis Komisi X meminta mitranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera melakukan cara agar siswa-siswi dan para guru tidak boleh melakukan kegiatan Ujian Nasional yang oleh para ilmuwan kesehatan masa suburnya atau masa penyebaran virus Corona sedang menjalar ke mana-mana di tanggal yang sama saat UN,” jelasnya.

Terkait kebijakan untuk menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah selama kurang lebih dua minggu, disusul pembatalan UN, ia berharap agar peserta didik diberikan pengertian sehingga semangat belajarnya tetap ada. Meski berada di rumah, anak-anak harus tetap belajar, juga dengan ditiadakannya UN semangat belajar anak-anak tidak boleh kendur.

“Anak-anak didik pun harus diberikan pengertian jangan sampai dengan diliburkan atau dirumahkan maka mereka lupa belajar. Karena UN ini pun dihentikan karena alasan virus Corona. Beraharap program kementerian yang namanya Merdeka Belajar bisa dimulai tahun ini dan dapat diterapkan dengan baik,” harapnya. (Alex Natara/rf/red)

comments

No comments:

Post a comment