Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

PUISI-PUISI ICHE GHELE


Untuk Bumiku, Sembuhlah!

Dari  segala penjuru,
Mulai  terdengar lenguh lesu-mu
Engkau menelungkup dengan segala kesusahan-mu
Bilur dan penat di wajah-mu
Sesak sepanjang nadi-mu
Kau tanyakan kepada sahabat-mu;
Apa arti luka-mu?
Namun ia membisu
;
Wajahnya dibenamkan dalam diam
dan kehampaan menelan-nya
Buram wajah-nya
Urat-urat darahnya mulai mencuat
dari kekurangan energi-nya
Kekurangan asupan-nya
Ia kelaparan dalam penantian-nya
Dan menunggu kapan reda hujan kepanikan-nya?
Kapan selesainya kegetiran-nya?
Sungguh sakit diri-nya
Belum sembuh luka-nya
Kembali terluka diri-nya
Tak berbentuklah diri-nya
 Mulai bergelimangan darah-nya

Dan Engkau
;
Sekarang engkau menyendiri
Engkau menangis sendiri
Lukamu hanya engkau yang tahu sendiri
Sampai kapankah engkau sendiri?

Sembuhlah, engkau
Yang mengandung segala makhluk
Yang dari perutmu menggeliat sesuatu yang hidup
Dan dari darahmu segala bernyawa menyembul
Sembuhlah engkau, wahai bumi!
Ceriakan hatimu yang sedang sedih
Biarkan kami mendengar engkau bernyanyi lagi
Dan lagumu disemarak penjuru negeri

***

Gita Puja
#1

Engkau, yang lembut hatinya
Dengarkan aku yang kian meratap
Sejuta hari dengan penat
dan dendangku sudah tak berirama
aku pupus cita
asaku melolong pagi dan malam
aku diabaikan semesta
….
lihatlah topeng-topeng kayu di tanganku
Aku terus berganti rupa
Suaraku berubah bentuk
Wujudku kian tak jelas
Aku manusia yang tak pernah sama
….
Sang Bunda menatap
Di dalam sepoi-sepoi angin
Dan siulan bambu-bambu muda
Dan kelopak-kelopak mawar
Ia merekah
Memamerkan senyuman-Nya






Penulis, Guru SMPK Alvares Paga
Kabupaten Sikka

Post a Comment

0 Comments