Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

NAHASON LIEM: BELAJAR SEPANJANG HAYAT


TTS, CAKRAWALANTT.COM – Kepala SMA PGRI Mnelalete, Drs. Nahason Liem, menuturkan, ilmu pengetahuan yang dipelajari dalam dunia pendidikan merupakan sebuah proses yang terus berjalan. Karena itu, ia selalu menekankan kepada anak didiknya untuk belajar sepanjang hayat. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, maka Ujian Sekolah (US) maupun Ujian Nasional (UN), menurutnya, bukan akhir dari sebuah perjuangan dalam menempuh pendidikan melainkan awal dari sebuah proses panjang yang masih harus dijalani.

Nahason Liem mengungkapkan hal tersebut di sela-sela pelaksanaan US di sekolah tersebut, Selasa (10/3/2020). Dijelaskannya bahwa tahun ini SMA PGRI Mnelalete menyelenggarakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK). Ini merupakan kali pertama, sementara untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah dilaksanakan sejak tahun lalu.

“Pada tahun ini, jumlah peserta didik yang mengikuti USBK dan UNBK yakni 145 orang. Kepada mereka saya berpesan agar setelah menamatkan diri dari SMA PGRI Mnelalete dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi  yaitu perguruan tinggi, di mana saja boleh. Sementara bagi yang mungkin karena kendala ekonomi dan mau terjun langsung ke dunia kerja pun boleh saja asalkan satu hal yang ingin saya mau tekankan bahwa di mana saja kalian berada jangan lupa untuk berdoa dan belajar. Tantangan di zaman sekarang harus dihadapi lebih banyak belajar berbagai hal untuk dapat bersaing dengan tamatan dari sekolah-sekolah lain,” tegasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan bahwa setelah pelaksanaan USBK akan dilanjutkan lagi dengan UNBK. Oleh karena itu ia berharap agar anak didiknya dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik. Ia juga berharap pelaksanaan UNBK nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya kendala baik listrik dan jaringan, maupun kendala teknis lainnya.

Sementara itu, Thomas Kabu, Proktor pada sekolah tersebut menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan USBK di SMA PGRI Mnelalete terdapat dua ruangan yang digunakan para peserta didik. Dua ruangan tersebut masing-masing terisi 30 unit komputer. Oleh karena itu pelaksanaan USBK dibagi dalam tiga sesi setiap hari. Sejauh ini, lanjutnya, komputer yang digunakan para peserta didik tidak menemui kendala dan ujian pun berjalan lancar. (Lenzho/red)

Post a Comment

0 Comments