Latest News

Saturday, 13 July 2019

DI SMA PGRI MNELALETE, GURU & KASEK TERLAMBAT MASUK SEKOLAH WAJIB BAYAR RP.60.000


TTS, CAKRAWALANTT.COM -  Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena sikap disiplin dapat menjaga proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dengan baik dan lancar tetapi yang sangat penting adalah dengan disiplin dalam proses pendidikan dapat menciptakan siswa menjadi kuat sebagai generasi penerus bangsa Indonesia karena disiplin adalah suatu kunci kesuksesan. Oleh karena itu kedisiplinan guru merupakan ujung tombak kesuksesan siswa itu sendiri, maka sebagai guru harus lebih dulu mendisiplinkan diri sebelum mendisiplinkan para peserta didik yang ada.

Hal tersebut dikatakan Kepala SMA PGRI Mnelalete, Drs. Nahason Liem yang ditemui di kediamannya, Jumat (12/7/2019) Siang.

Lebih lanjut, Liem  menjelaskan bahwa khusus bagi para guru yang ada di sekolahnya  lebih mengutamakan hal  kedisiplinan dalam hal ini disiplin terkait dengan waktu, ia menjelaskan pada jam 07.00 pagi  semua guru wajib sudah berada di sekolah, jika terlambat 1 menit pun guru wajib dikenai sanksi  dengan membayar Rp.60.000 setiap kali terlambat.

Sanksi  kedisiplinan terkait  waktu  tersebut  berlaku bagi guru maupun dirinya selaku kepala sekolah, karena menurutnya untuk mendidik siswa kearah yang lebih baik terlebih dulu guru itu harus mkenjadi contoh oleh karena itu guru harus lebih awal tiba di sekolah agar proses KBM dapat berjalan dengan baik guna memberikan pelayanan bagi para peserta didik, karena menurutnya siswa adalah raja maka itu kita harus melayani mereka dengan hati dan juga cinta agar suatu kelak mereka menjadi  generasi penerus yang mampu bersaing.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sanksi tersebut sudah berlaku sejak lama, dan telah disepakati bersama para dewan guru yang ada disekolahnya. Oleh karena itu, dengan adanya biaya sanksi tersebut digunakan dalam pembangunan pagar sekolah dan keperluan lain disekolahnya.

Liem  juga mengisahkan tentang upaya membangun SMA PGRI Mnelalete yang  terletak di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS, Prov.NTT,  di buka sejak tahun 1991 silam, awal membuka sekolah tersebut proses KBM siswa pada waktu itu menggunakan fasilitas  SDI Liman yang mana proses KBM berlangsung pada siang –sore hari. Dan pada tahun  1992 baru memperoleh izin operasional, setelah memperoleh izin operasional mereka membangun dua ruang  darurat yang digunakan untuk keberlanjutan proses KBM. Namun atas perjuangan  dan kerjasama yang baik  maka sekolahnya kini memiliki gedung yang permanen serta proses KBM berlangsunng di pagi hari.

Dirinya pun mengatakan bahwa upaya membangun sekolah tersebut semata-mata karena berkat dari Tuhan oleh karena itu kehadiran SMA PGRI Mnelaletemerupakan  talenta yang digunakan untuk melayani sesama dalam bidang pendidikan oleh sebab itu Ia berpesan agar setiap guru yang ada agar melayani dengan hati yang penuh cinta.

Sesuai data  yang diperoleh media ini jumlah guru yang ada sebanyak 38 orang sementara keseluruhan siswa berjumlah  lima ratusan lebih.

Wellem Lakfanu, salah satu guru di SMA PGRI Mnelalete, yang dimintai komentarnya terkait sanksi kedisiplinan tersebut dirinya mengatakan bahwa sangat mendukung  sekali karena sebagai guru harus jadi panutan oleh siswa maka  sanksi tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dewan guru dan menurutnya sanksi tersebut tidak menjadi persoalan tetapi itu merupakan salah satu kekompakan yang mana bisa dijadikan contoh bagi guru lain. (Lenzo)

1 comment:

  1. Mantap... .Salut dan banggga dengan perkembangan di SMA PGRI Mnelalete tercinta
    Tuhan Yesus berkati

    ReplyDelete