Latest News

Saturday, 4 August 2018

SMK NEGERI 1 WAE RI’I TERUS BERBENAH, Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah


Manggarai, CakrawalaNTT.com - Sebuah lembaga pendidikan akan semakin bermutu, berkualitas, dan profesional apabila terus berbenah diri. Proses pembenahan  bagi lembaga pendidikan baik guru maupun siswa termuat dalam delapan standar pendidikan yang meliputi standar isi, proses, kelulusan, penilaian, sarana prasarana, standar keuangan dan pembiayaan, pengelolaan, dan PTK. Untuk mencapai delapan standar tersebut lembaga pendidikan mesti membuka diri dan membangun kerja sama dengan semua pihak. Maka dari itu, SMK Negeri 1 Wae Ri’i terus berbenah dengan menggelar workshop penulisan karya ilmiah didampingi oleh Media Pendidikan Cakrawala NTT. 

Kepala SMKN 1 Wae Ri’i, Yus Maria D. Romas, S.PdEk dalam sambutannya saat membuka kegiatan workshop penulisan karya ilmiah kerjasama UPT Pendidikan wilayah VIII dan Media Pendidikan Cakrawala NTT menegaskan kembali tentang visi sekolah yakni terwujudnya pendidikan kejuruan multi kompetensi sesuai dengan potensi nasional, wilayah, dan kebutuhan masyarakat tanpa diskirimnasi. Menurutnya, beberapa tahun terakhir, dirinya bersama para guru dan pegawai serta komite terus bergiat, berbenah, dan bersinergi untuk membangun visi sekolah ini dari segala lini khususnya kompetensi guru. Kegiatan workshop penulisan karya ilmiah adalah salah satu wujud nyata perjuangan ini.

“Semenjak menginjakkan kaki di sekolah ini dan dipercayakan pemerintah menjadi kepala sekolah, saya keras dengan siapapun termasuk dengan diri saya sendiri. Tidak ada maksud lain kecuali keinginan adanya perubahan. Sekolah ini merupakan sekolah negeri satu-satunya dalam wilayah Kabupaten Manggarai. Karena itu, sebagai manager sekolah saya ingin sekolah ini harus menjadi yang terdepan dalam segala hal termasuk soal prestasi dan kualitas lulusan. Para guru yang tidak memiliki semangat kerja untuk mengabdi, saya beri peringatan keras dan kalau masih belum berubah, saya minta dia buat surat pengunduran diri. Demikian halnya dengan siswa/i yang malas,tidak disiplin, dan tidak memiliki daya juang, kita keluarkan dari sekolah,” tegas Yus Romas.

Kepsek yang dikenal tegas ini menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Cakrawala NTT. Menurutnya, budaya literasi di sekolah ini masih belum memuaskan. Terlihat dari banyaknya siswa yang memilih untuk bermain dan berhura-hura ketimbang mengisi waktu untuk membaca.

“Saya mengenal Pak Gusty saat mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) pendidikan di Kupang. Saat itu Pak Gusty memberikan materi tentang strategi mengakarkan gerakan literasi sekolah. Dari situ saya berkeinginan agar segera membuat kegiatan workshop penulisan karya ilmiah di sekolah. Namun karena banyaknya kegiatan dan dana BOS yang selalu cair terlambat membuat banyak kegiatan di sekolah yang ditunda bahkan ada yang harus dibatalkan. Melihat cara pendampingan workshop ini yang lebih banyak bekerja, membuat saya yakin banyak guru yang akan bisa menghasilakan tulisan. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan kita akan buat dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU),”tandas Yus Romas.

Kepala seksi SMK UPT pendidikan wilayah VII, Ursula Besna N. Senaru, kembali menekankan pentinganya startegi meningkatkan profesionalisme guru dalam berbagai kegiatan inovatif dan pengembangan diri. Workshop penulisan karya ilmiah adalah salah satu sekaligus kegiatan yang penting dan harus dilaksanakan. Menurutnya, banyak guru yang masih mengunakan metode ceramah dalam penyajian materinya. Padahal materi itu sudah tidak relevan dengan situasi perkembangan zaman saat ini di mana guru tidak dilihat sebagai sumber pengetahuan tetapi hanya sebagai fasilitator. Peserta didik diarahkan untuk menemukan persoalan dan ia sendiri yang harus memberikan solusi atau jalan keluarnya.

"Dinas pendidikan Provinsi melalui dinas UPT Pendidikan di setiap kabupaten di NTT khususnya UPT wialyah VII telah bekerja sama degan Media Pendidikan Cakrawala NTT untuk mendampingi para guru dan siswa menulis. Mereka adalah lembaga independen yang selalu mendukung pemerintah khususnya membangun pendidikan di NTT.  Beberapa kabupaten di NTT sudah lama bekerjasama. Hasilnya ada. ratusan guru naik pangkat dan banyak sekolah yang sudah memiliki buletin sekolah dan majalah dinding sekolah. Ini luar biasa jika dibandingan para guru kita di sini. Bayangkan di tahun 2017 dari ribuan guru yang ada hanya empat orang yang mengusulkan kenaikan pangkat. Kendala utamanya adalah soal menulis. Memang kita baru mulai tetapi belum terlambat. Beberapa hari ini bapa/ibu guru dan siswa/i didampingi hingga menghasilkan tulisan. Saya berharap kita proaktif dan bersemangat mengikuti kegiatan ini,” terang Besna. 

Gusty Rikarno, Pimpinan umum Media Pendidikan Cakrawala NTT mengaku bangga dengan gebrakan dan semangat kepala sekolah dan para guru di sekolah ini. Walau berada jauh dari pusat kota, namun semangatnya luar biasa. Semoga saatnya SMKN 1 Wae Ri’I ini bakal menjadi sekolah rujukan sekaligus pusat belajar masyarakat. Kegiatan workshop pendampingan penulisan karya ilmiah ini berlangsung pada 2-4 Agustus 2018 dan dihadiri puluhan guru. Untuk kelas siswa sendiri berjumlah 50 orang peserta. (Ino/rz)

comments

No comments:

Post a Comment