Latest News

Thursday, 30 June 2016

Sanggar Tulang-Tulang Berserakan SMAN 3 Kupang Timur

MENGEMBANGKAN TALENTA LEWAT PENTAS SENI

Anak-anak Sanggar Tulang-tulang Berserakan pose bersama Kepsek dan kedua pelatih
Tak butuh dana besar untuk mendatangkan pelatih sastra karena SMAN 3 Kupang Timur memiliki 2 Guru  Honorer yang profesional yakni Jonathan Wellmau, S.Pd  dan Ibrahim Dethan, S.Pd. Mereka berdua mampu merubah paradigma anak-anak SMAN 3 Kupang Timur untuk semakin mencintai seni.

Hari Sabtu merupakan waktu yang tepat bagi mereka untuk berlatih. Dalam pandangan mereka PENSI tidak hanya sebatas hiburan, melainkan menumbuhkan talenta seni dalam diri anak-anak. Menurut Jonathan Wellmau,S.Pd, Manusia hidup dari seni, oleh karena itu  standar seni haruslah diaplikasikan terus menerus sehingga sanggar seni di sekolah ini merupakan suatu sarana yang menghantar cakrawala pengetahuan dan ketrampilan bagi peserta.  Hal senada juga dikatakan Ibrahim Dethan, S.Pd. ketua sekaligus pelatih Sanggar Tulang-Tulang Berserakan kepada Media Pendidikan Cakrawala NTT, menyatakan bahwa melalui sanggar ini, siswa dapat meningkatkan potensi diri. Kegiatan ini  menuntut adanya kreativitas, membangun pengetahuan, dan berpikir mandiri untuk menghasilkan karya seni. Selanjutnya Kepala SMAN 3 Kupang Timur Philipus Nahak, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan suatu proses yang berkelanjutan dengan pendekatan holistik atau menyeluruh sesuai dengan kebutuhan siswa. Melalui program ini diharapkan siswa dapat lebih mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan nilai-nilai seni lokal, untuk mengimbangi semakin maraknya budaya asing yang masuk ke Indonesia seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini. Beliau sangat berharap agar sanggar ini terus berkembang; jangan hanya tampil di sekolah tetapi bisa tampil di tingkat lebih atas lagi demi mengharumkan nama sekolah, kabupaten bahkan propinsi.
PENSI: Perbedaan orang Indonesia & Jepang
Adapun tema yang dipersiapkan setiap PENSI sangatlah unik namun sesuai dengan tren dan dunia pendidikan, penampilan mereka terhitung selalu berhasil. Setiap tema yang dibawakan selalu berhasil ditampilkan dengan baik. Seperti sebelumnya, ketika Team MPC-NTT hadir untuk memberikan bantuan Anakan Pohon, menyumbang buku dilanjutkan dengan BIMTEK Karya Ilmiah, sanggar berhasil menampilkan tema Alam sesuai dengan kegiatan pada hari tersebut.
Nama Sanggar Tulang-tulang berserakan terinspirasi dari sebuah larik puisi Chairul Anwar. Sanggar ini didirikan sejak 4 Agustus 2015 bertepatan dengan ulang tahun  ke-4 SMAN 3 Kupang Timur. Pendiri sanggar, Ibrahim Dethan, S.Pd dan Jonathan Wellmau, S.Pd merekrut peserta dengan cara mempromosikan pada siswa, lalu diarahkan dengan penjelasan sastra, dengan tekad terus bekerja, bekerja dan bekerja keras, sehingga dalam kurun waktu yang singkat dapat tampil perdana di tanggal 28 Oktober 2015 bertepatan dengan hari sumpah pemuda, mengusung tema: Bangkitkan Semangat, Raih Masa Depan.  (Yupiter Loinati)
comments

No comments:

Post a comment