Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

SMP Stella Gracia Kupang Gelar Pekan Literasi Tahun 2025, Wakil Wali Kota Kupang Tekankan Pentingnya Literasi di Era Digital

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, sedang memberikan penjelasan. (Foto: Eman Hala)


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menghadiri Kegiatan “Pekan Literasi Tahun 2025” yang diselenggarakan oleh SMP Stella Gracia Kupang, Kamis (11/9/2025). Kehadirannya disambut hangat oleh Kepala SMP Stella Gracia Kupang, Andries H. Tamonob, para guru, dan peserta didik dalam sebuah acara inspiratif dan edukatif.

 

Dalam sambutannya, Serena menyampaikan bahwa kehadirannya mewakili Pemerintah Kota Kupang untuk mendukung pengembangan literasi generasi muda.

 

“Hari ini saya datang sebagai perwakilan dari Pemerintah Kota Kupang di Indonesia dan saya berharap adik-adik semua bisa menangkap pesan penting dari apa yang saya sampaikan,” ujarnya membuka pidato dengan antusias.

 

Mengangkat tema pentingnya literasi di era digital, Serena menjelaskan bahwa kemampuan memahami dan menganalisis informasi menjadi kunci dalam menghadapi arus informasi yang masif. Ia menekankan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap informasi digital serta kemampuan berpikir kritis.

 

“Literasi digital sangat penting untuk membentuk karakter dan pola pikir generasi muda, apalagi di era di mana semua informasi bisa diakses dengan cepat. Tapi kita harus bisa memilah mana informasi yang benar, dan mana yang hoaks,” ujar Serena.



Ia juga mengajak peserta didik untuk bijak dalam menggunakan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan seperti ChatGPT.

 

“AI itu baik, tapi jangan sampai kita menjadi bergantung dan kehilangan kemampuan berpikir sendiri,” pesannya tegas.

 

Lebih dari sekadar intelektual, Serena menggarisbawahi pentingnya karakter dalam mencapai kesuksesan.

 

“Pengetahuan tanpa karakter itu rapuh. Maka, jujur, rendah hati, disiplin, dan santun dalam berinteraksi, terutama di media sosial, adalah fondasi yang harus dimiliki generasi muda,” katanya.

 

Acara menjadi semakin hidup ketika Serena membuka sesi tanya jawab. Para peserta didik bertanya tentang hubungan literasi dengan kesuksesan, isu SARA dan radikalisme, hingga tips meningkatkan minat baca.

 

Menjawab pertanyaan tentang kesuksesannya, Serena menekankan bahwa kemampuan mengakses, mengolah, dan menyampaikan informasi yang valid menjadi kekuatan saat mengikuti debat publik dalam proses pencalonan.

 

“Literasi memberi saya kekuatan untuk berdiri percaya diri dengan data yang akurat,” jawabnya.



Serena mengajak para peserta didik untuk aktif berorganisasi dan percaya bahwa setiap anak muda bisa menjadi pemimpin masa depan.

 

“Jangan tunggu jadi dewasa dulu baru memimpin. Mulailah sekarang dari hal kecil, OSIS, MPK, ekskul. Jadilah pemimpin yang melayani,” tutupnya dengan semangat.

 

Sementara itu, Kepala SMP Stella Gracia Kupang, Andries H. Tamonob, dalam sambutan singkatnya, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas perhatian terhadap dunia pendidikan.

 

“Kami percaya bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana siswa dapat berpikir kritis, beretika, dan membangun karakter. Kehadiran Ibu Serena hari ini menjadi inspirasi nyata bagi anak-anak kami bahwa usia muda bukan penghalang untuk memimpin dan berdampak,” ungkap Tamonob.

 

Ia juga menambahkan bahwa Pekan Literasi 2025 ini dirancang sebagai wadah untuk menumbuhkan budaya membaca dan belajar yang berkelanjutan di kalangan pelajar, serta mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak di era digital. (Enjel Lasbaun/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments