CAKRAWALANTT.COM - Universitas Katolik Widya Mandira melalui Campus Ministry
bersama mahasiswa Muslim menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal Idul Adha di
Panti Asuhan At-Tin, Namosain, Kupang, pada Minggu (08/06/2025). Kegiatan ini
merupakan wujud kepedulian sosial serta kunjungan persaudaraan yang melibatkan
mahasiswa lintas agama dari UNWIRA.
Rombongan UNWIRA disambut hangat oleh Pembina Panti Asuhan
At-Tin, Abdul Sahid Al Qathani, S.Sos., yang mengucapkan terima kasih atas
kunjungan tersebut.
“Selamat datang dan saya ucapkan limpah terima
kasih kepada Pater Rektor dan seluruh mahasiswa atas kunjungan ke tempat kami.
Mudah-mudahan kunjungan silaturahmi hari ini dapat bermanfaat untuk kita
semua,” tuturnya.
Sahid menyampaikan bahwa panti asuhan At-Tin
turut mengelola pendidikan mulai dari TK, SD, dan SMP. Saat ini, panti asuhan
tersebut merawat sekitar 50 anak laki-laki dan perempuan yang berasal dari
berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rektor UNWIRA, Pater Dr. Philipus Tule, SVD.,
dalam sambutannya memberikan dukungan dan semangat kepada para pembina serta
anak-anak panti asuhan.
“Kami datang berkunjung pada hari ini bukan
karena kebetulan, tetapi karena penyelenggaraan yang Ilahi, di mana hari Idul
Adha dirayakan. Ini juga dilakukan serentak dengan kegiatan kaum muslim
menjalankan dalam ibadah haji. Oleh sebab itu, mari kita turut mendukung dan
mendoakan perjalanan mereka hingga ibadahnya berkah/berkat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal
merupakan agenda rutin UNWIRA sebagai bentuk solidaritas dan dukungan
terhadap Civitas Academica yang beragama Islam.
“Di kampus, kami juga melakukan kegiatan
halal-bihalal, di mana mahasiswa muslim berkumpul dan saling memberikan selamat
serta solat bersama. Hal itu merupakan suatu ungkapan bahwa UNWIRA bukan
universitas yang tertutup, tetapi inklusif karena kami sangat menjunjung tinggi
persatuan dan kesatuan lintas budaya,” lanjutnya.
Sementara itu, Pater Robertus Belarminus
Asiyanto, SVD., berbagi tentang pengalaman perbedaan keyakinan dalam keluarganya.
“Saya berasal dari keluarga muslim. Ketika saya
berada di sini, saya kembali mengingat pengalaman masa kecil ketika merayakan
Idul Adha. Kemudian setelah berjalannya waktu yang cukup panjang, saya
terpanggil untuk menjadi seorang Pastor. Namun, saya masih tetap merasakan
nuansa seperti ini dalam keluarga,” ungkapnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini juga diisi dengan pertunjukan drama bertema toleransi antaragama oleh Peer Ministry serta koor dari Program Studi Musik UNWIRA. Mahasiswa Muslim dan non-Muslim tampak berbaur, bersalaman, dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti.
Acara dilanjutkan dengan salat bersama oleh mahasiswa Muslim dan anak-anak panti, kemudian ditutup dengan makan siang bersama.
Koordinator Campus Ministry, P. Agutinus
Hiroenimus Dae Soro, SVD., mengajak semua mahasiswa dan anak-anak panti asuhan
untuk saling menghargai dan menghormati dalam berbagai perbedaan.
Ia mengatakan bahwa perbedaan adalah identitas
yang indah dan keindahan itu bisa dilihat dan dirasakan. (Imel Hongu/Yosefa Saru/red)





0 Comments