Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

KGBN Ende Bersama Kominfo Gelar Workshop Literasi Digital Sektor Pendidikan

 

(Dokumentasi kegiatan Workshop Literasi Digital Sektor Pendidikan bersama KGBN Ende dan Kominfo)


Ende, CAKRAWALANTT.COM - Transformasi digital berkembang sangat pesat saat ini. Hal ini dilihat dari ketergantungan masyarakat dengan segala hal yang bersifat digital, mulai dari sektor ekonomi, komunikasi, bahkan dunia pendidikan.

 

Transformasi ini tentunya akan membawa dampak negatif maupun positif, sehingga seseorang yang menggunakan perangkat digital maupun layanan digital harus cerdik, cakap, dan bijak. Atau dengan kata lain, ia harus menguasai literasi digital.

 

Berangkat dari kenyataan tersebut, Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Ende bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Workshop Literasi Digital, Sabtu (8/7/2023). Workshop yang mengusung tema “Gerakan Literasi Digital Sektor Pendidikan Kabupaten Ende” tersebut dilaksanakan secara hybrid di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.

 

Pada kesempatan tersebut, Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Kominfo, Bhima Shaktia Prakasa, mengatakan perolehan akses informasi yang lebih meluas dapat memberikan kesempatan dan peluang yang lebih besar, menyeluruh, efisien, dan akurat bagi semua kalangan sehingga ketimpangan informasi dapat diminimalisir dengan optimal.

 

“Perubahan-perubahan positif tentang teknologi digital diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipergunakan dengan baik,” ucapnya.



Bhima menerangkan perkembangan teknologi tentunya sudah mengubah kehidupan kita saat ini, apalagi Pandemi Covid-19 yang lalu telah memaksa seluruh anggota masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan teknologi, bahkan bertransformasi digital lebih cepat dari perkiraan.

 

Saat ini, sambungnya, Direktorat Pemberdayaan Informatika Kominfo membagi literasi digital ke dalam 3 segmentasi, yakni masyarakat umum, pendidikan, dan pemerintah.

 

“Segmentasi tersebut bertujuan untuk memasifkan gerakan literasi digital dari berbagai penjuru, juta orang terpapar literasi dapat dicapai pada tahun 2024,” jelas Bhima.

 

Dalam bidang teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya, dimana di dalamnya terdapat suatu kemampuan untuk menggunakan teknologi sebijak mungkin demi menciptakan interaksi dan komunikasi yang positif.

 

Bahkan, literasi digital ini sangat penting bagi kehidupan sehari-hari agar generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa paham dan mengerti mana informasi yang harus diterima dan mana yang harus dicari kembali sumber kebenarannya. Sebab, semakin canggihnya teknologi dan informasi, maka semakin banyak pula oknum yang tidak bertanggung jawab dengan informasi yang di-posting.

 

Dengan adanya pemahaman dan penerapan literasi digital, maka generasi muda dapat berpartisipasi di era dunia digital sekarang ini. Literasi digital akan menciptakan sebuah tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif, sehingga generasi muda tidak akan mudah tertipu dengan hal berbasis digital, seperti menjadi korban hoaks dan sebagainya.

 

Literasi digital juga memiliki dampak positif bagi masyarakat, pelajar, dan mahasiswa utuk mempermudah mencari data dan informasi dari berbagai media. Adapun dampak positif dari literasi digital diantaranya untuk membantu proses pembelajaran, membedakan sumber belajar yang benar dan bermanfaat, serta membuka peluang bagi guru dan dosen agar lebih produktif dalam menciptakan media ajar digital. Untuk itu, masyarakat dituntut untuk paham akan literasi digital, khsusunya di era modern 4.0 ini.



Siswa Makin Melek Digital, Guru Dituntut Kuasai Teknologi Digital

 

Sementara itu, Ketua KGBN Ende, Wilfridus Kado, menjelaskan program literasi digital di era digitalisasi saat ini sangatlah penting. Tenaga pendidik, ungkapnya, harus mengikuti perkembangan anak didik dalam menguasai teknologi digital.

 

“Jangan sampai kemampuan kita dalam mengajar dikalahkan oleh siswa-siswi ini yang sudah melek digital,” katanya.

 

Untuk diketahui, Kominfo menyelenggarakan program literasi digital secara daring kepada masyarakat, sebab berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Kominfo Tahun 2022, kapasitas literasi digital masyarakat Indonesia dinilai sedang, yakni sebesar 3.54 dari 5.00. (Wilfridus Kado/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments