Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PENERANG DALAM KEGELAPAN

 




PUISI-PUISI PESERTA DIDIK SMP NEGERI 3 PACAR



SECANGKIR KOPI UNTUK AYAH

Puisi Filomina S. Ner*

 

Kutahu engkau sangat lelah

setelah membanting tulang di sawah

demi keluargamu.

 

Siang malam ayah bekerja

dengan sedikit waktu istirahat.

Kerja lagi dan kerja lagi.

 

Sekarang ayah duduk di kursi.

Tunggulah ayah, akan kubuatkan secangkir kopi.

Terimalah ayah, kopi manis ini,

pelepas dahaga dan lelahmu.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

KERINDUAN

Puisi Fransiskus J. Fantura*

 

Merindukanmu adalah derita

yang telah lama kusimpan dalam dada

sebab sulit untuk kita saling berjumpa.

 

Namun, aku menikmati

setiap rasa yang tercipta

dan apa itu rindu yang tertahan!

 

*Peserta didik kelas IX B

 

AYAH

Puisi Vebrianus Montanus*

 

Ayah, aku rindu dirimu.

Aku rindu kasih sayangmu.

Bayimu yang dulu sudah beranjak remaja.

 

Ayah, aku selalu menantimu

hadir dalam hidupku.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

RAGA HIDUP

Puisi Gerensensia Endelia Tamis*

 

Melihat pengorbanan dan perjuanganmu

demi menghidupkan anak-anakmu,

aku takjub.

 

Engkau melangkah dengan beban berat

yang kau pikul di pundakmu

menuju kehidupan cerah.

 

Engkau bekerja tanpa lelah

dan tak menyerah.

Walau tubuhmu letih,

engkau tak putus asa.

 

Ayahku,

biarpun badai besar,

engkau tetap mencari rupiah.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

SUMBER KESELAMATAN

Puisi Frumensius Jemalu*

 

Tuhan, Engkau sumber keselamatan

bagi kami anak-Mu.

 

Tuhanku, Engkau yang memberi nafas kehidupan.

 

Engkau adalah lilin dalam gelap.

Terima kasih Tuhan, untuk cinta-Mu.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

KEINGINANKU

Puisi Elisabet A. Hayati*

 

Aku berkeinginan.

Keinginanku menjadi orang sukses

dengan wawasan yang luas.

Sukses, sukses, sukses.

Itulah keinginanku.

 

Aku berkeinginan.

Keinginanku meraih mimpiku.

Aku berkeinginan

hidupku penuh wawasan

hidupku penuh semangat,

semangat yang membawaku

meraih mimpiku.

 

Meraih mimpiku

meraih impianku.

Itulah keinginanku.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

PENERANG DALAM KEGELAPAN

Puisi Fransiska Iman*

 

Tanpa didik, aku tak mengerti

arti sebuah kata.

Aku tidak mungkin menjadi manusia

seperti ini.

 

Engkau hadir memberi seribu ilmu.

Kehadiranmu membuat aku mengerti

apa arti kehidupan.

Hadirmu pula mencerdaskan

kehidupan nusa dan bangsa.

 

Engkau bersinar dalam kegelapan,

mencerdaskan akan anak bangsa.

 

Wahai guruku,

seperti apakah aku ini tanpamu?

Engkau menyelamatkanku.

Engkau menyelamatkan

anak bangsa dari kehancuran.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

IBU

Puisi Godensiani Jelita*

 

Oh, ibu!

Kau ceria dan semangat.

Kasihmu bagai matahari

yang selalu bersinar.

 

Kau tabah dan sabar

dalam mendidik dan

memelihara anak-anakmu.

 

Oh, ibu!

Betapa besar cinta kasih sayangmu

yang kau berikan kepada anak-anakmu.

 

Ibu, sungguh besar jasamu.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

MENUNGGUMU PULANG

Puisi Fransisco Eko Susanto*

 

Menunggu dirimu pulang

kukira secepat habisnya air di gurun.

Menunggu dirimu pulang

ternyata selama matahari meredup.

 

Jika kita dipertemukan

seperti minyak dan air

yang tak bisa menyatu.

Akan bersatu jika dicampur sabun,

seperti ibu.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

PERGI

Puisi Fransiskus J. Fantura*

 

Bulan,

langit masih kelabu malam ini.

Kutahu engkau tak ‘kan pernah

menampakkan senyummu.

Bintang juga pasti menemanimu di sana.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

Negaraku

Puisi Gratio Adventus*

 

Wahai negaraku,

kita sudah merdeka.

Mengapa masih ada kemiskinan?

 

Negaraku

tolong, lihatlah kami yang berjuang

dalam kemiskinan!

 

*Peserta didik kelas IX B

 

Jangan Merayu Lagi

Puisi Emilia Ratnasari*

 

Untuk apa dirimu merayu lagi?

Berharapkah engkau diriku kembali padamu?

Kau sudah melukaiku.

Air mata menitik di pipiku.

 

Terlanjur sakit hatiku,

kau membuatku tersesat

seperti pisau tajam

mengiris hatiku.

 

*Peserta didik kelas IX B

 

(red)


Post a Comment

0 Comments