Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PERDANA, SMPN SATAP NENAS GELAR US SECARA DARING BERBASIS ANDROID



TTS, CAKRAWALANTT.COM – Untuk pertama kalinya, SMPN Satap Nenas menggelar Ujian Akhir Sekolah (UAS) secara daring dengan menggunakan Computer Best Test (CBT) berbasis Android. Ujian tersebut berlangsung Senin – Jumat, 19 – 23 April 2021 dan diikuti 41 peserta didik Kelas IX.

 

“Kami memilih untuk menggunakan Tablet Android ini karena tahun sebelumnya kami memperoleh bantuan BOS Afirmasi sebanyak 72 buah Tablet. Kami tidak ingin menyia-nyiakan bantuan yang telah kami terima maka kami manfaatkan untuk melakukan US secara daring tahun ini dan kami memiliki SDM yang memadai untuk memanfaatkan Tablet-tablet tersebut. Ini merupakan pertama kali sekolah kami menggelar US secara daring berbasis CBT Android,” ungkap Kepala SMPN Satap Nenas, Yeni Y. Lapenangga, S.Pd., kepada media ini, Senin (19/4/2021).


 

Lebih lanjut Yeni mengatakan bahwa dalam pelaksanaan US secara daring ini terdapat banyak kendala yang dihadapi antara lain belum tersedianya listrik dan jaringan internet yang memadai. Dalam hal ini pihak sekolah dibantu oleh komite dan orang tua siswa menyiapkan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik selama pelaksanaan ujian, sementara untuk jaringan internet pihak sekolah menggunakan router sebagai pemancar jaringan dari server ke Tablet Android yang digunakan oleh peserta didik.

 

Proktor US pada sekolah setempat, Stefen Biaf, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan US secara daring ini menggunakan aplikasi ujian Candy CBT. Keunggulan aplikasi ini, lanjut Stefen, adalah memudahkan pekerjaan dari guru mata pelajaran dimana hasil kerja bisa langsung dianalisis secara otomatis, dan peserta didik dapat mengetahui skor atau nilai dan peringkatnya pada mata pelajaran yang diujikan.


 

“Selain itu dengan menggunakan aplikasi ini kita tidak perlu repot-repot lagi untuk membuat berita acara, daftar hadir maupun kartu peserta ujian karena sudah tersedia dan dapat dicetak secara langsung dari aplikasi tersebut,” tambahnya.

 

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana US, Honi M. Laome, S.Pd., mengungkapkan bahwa penggunaan Andorid sabagai sarana ujian ini selain sebagai pemanfaatan bantuan pemerintah tetapi juga salah satu cara mendekatkan peserta didik yang berada di desa dengan teknologi. Hal ini juga membuat mereka tidak merasa tertinggal dengan teman-temannya yang berada di kota.


 

Lebih lanjut Honi menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan US ini para peserta didik menggunakan Tablet dari sekolah dan menggunakan 2 ruangan yang dibagi dalam dua sesi.

 

“Jadi setiap ruangan hanya diisi oleh 10 orang, semua itu dilaksanakan guna meminimalisir terjadinya penyebaran pandemi Covid-19,” ungkapnya.

 

Salomo Panie, Suwesti Babu, dan Haliman Tefa, seusai mengikuti ujian kepada media ini mengatakan bahwa ujian kali ini terasa berbeda karena mereka tidak menggunakan kertas dan pensil lagi.

 

“Kami sangat senang karena kami dapat mengetahui hal-hal baru apalagi pada saat ujian kami bisa langsung mengetahui nilai kami sehingga bisa memicu semangat kami untuk belajar lebih giat lagi,” kata Salomo Panie diamini kedua temannya.

 

Sesuai data yang diperoleh media ini, jumlah tenaga pendidik di SMPN Satap berjumlah 7 orang. Dari jumlah tersebut 5 orang berstatus ASN sementara 2 lainnya merupakan guru honorer, dengan total peserta didik sebanyak 111 orang.

 

 

Berita dan Foto:Lenzho Asbanu

Editor: R. Fahik/ red

Post a comment

0 Comments