Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

AKIBAT ERUPSI, SMAN 1 ILE TIMUR BELUM LAKSANAKAN KBM

 


Lembata, CAKRAWALANTT.COM Akibat erupsi gunung Ile Lewotolok akhir 2020 lalu, SMAN 1 Ile Ape Timur belum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara normal. Hal ini disampaikan Kepala SMAN 1 Ile Ape Timur, Patricia Menge, S.Pd., kepada media ini beberapa waktu lalu.

 

Menurutnya, aktifitas masyarakat Kecataman Ile dan Kecamatan Ile Ape Timur sejak terjadinya erupsi tersebut masih belum berjalan normal. Demikian pula halnya dalam aktifitas KBM di sekolah, mulai tingkat PAUD sampai tingkat SMA. Sampai dengan awal bulan Januari 2021, ungkapknya, warga setempat masih merasa trauma.

 

Sudah ada jalan keluar untuk mengatasi situasi erupsi ini namun pihak masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lembata belum mengijinkan untuk ada proses KBM. Pada tahun ini kami sangat kewalahan dan sangat ditantang dengan situasi mulai ini,” ungkapnya.

 

Patricia Menge menambahkan, sebagai pimpinan di sekolah tersebut, dirinya tetap berusaha untuk mengatasi situasi dengan menciptakan terobosan yakni membangun komunikasi dengan para guru dan terutama dengan orang tua untuk mengizinkan anak-anak agar tetap mendapatkan belajar dari rumah. Cara lain yang sekolah lakukan adalah anak-anak dibagi dalam kelompok belajar.

 

Yang menjadi sasaran lagi pada pertengahan akhir bulan November dan Bulan Desember 2020 kami tidak bisa mengumpulkan anak-anak. Situasi ini kami sebagai guru tidak memaksa anak-anak untuk duduk berkumpul. Sampai dengan saat ini di awal bulan Januari 2021 kami belum mendapatkan petunjuk tepat dari pihak pemerintah tentang situasi KBM,” jelasnya.

 

Kendati demikian, Patricia Menge mengaku sudah mengumpulkan para guru untuk mengadakan rapat dan diskusi terkait langkah strategis yang dapat dilakukan. Hasilnya pihak sekolah tetap mendekati anak-anak untuk mengadakan KBM di rumah kepala sekolah di Kelurahan Wangatoa.

 

Karena mengingat anak-anak Kelas XII bulan Pebruari 2021 harus ujian. Pihak sekolah tetap melakukan pendekatan secara baik kepada orang tua, dan juga anak-anak mulai dari Kelas X, XI, dan XII untuk mengadakan BDR dengan cara membagikan modul-modul. Apapun dilakukan untuk negeri ini khusus anak-anak generasi bangsa, pihak sekolah tetap berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk melihat secara dekat kondisi bencana pendidikan yang dihadapi SMAN 1 Ile Ape Timur dan juga seluruh sekolah yang ada di dua kecamatan yang terdampak erupsi Ile Lewotolok,” pungkasnya.

 

Berita dan Foto: Rofinus R. Roning

Edtiro: R. Fahik

Post a comment

0 Comments