Latest News

Thursday, 1 October 2020

CAMAT KOLBANO APRESIASI KINERJA SMAN BANAT

 


TTS, CAKRAWALANTT.COM – Camat Kolbano, John Lake mengapresiasi kinerja SMAN Banat yang menurutnya telah berhasil dalam mengelola keuangan dengan baik. Keberhasilan tersebut antara lain dibuktikan dengan dibangunnya rumah jabatan bagi kepala sekolah. Hal tersebut diungkapkan John Lake ketika menghadiri Syukuran Ulang Tahun dan Rumah Jabatan Kepala Sekolah SMAN Banat, Rabu (30/9/2020). 

 

“Pertama-tama saya ucapkan selamat ulang tahun kepada ibu kepala sekolah karena hari ini juga menemui ulang tahunnya yang ke-56 yang tepat dengan G30S PKI. Saat ini juga saya tegaskan bahwa pembangunan rumah jabatan ini merupakan sesuatu yang luar biasa kerena secara arif dan bijaksana mengelola dana komite agar tanggung jawab sebagai kepala sekolah dapat berjalan dengan baik. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada guru dan siswa yang sudah menyukseskan acara pengukuhan pengurus pramuka di Kantor Kecamatan Kolbano. Selain itu, saya memilih Banat sebagai tempat kegiatan pramuka pada 28 Oktober mendatang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” ungkapnya.

 

Kepala SMA Negeri Banat, Putri Babys menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dalam pembangunan rumah jabatan tersebut. Ia mengungkapkan, harapan dari pembangunan rumah tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah untuk lebih mendekatkan pelayanan.

 


Sementara itu Ketua Panitia, Jeremias Amalo, dalam laporannya mengatakan, tujuan adanya rumah jabatan untuk memudahkan akses pelayanan kepemimpinan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah dan untuk mendekatkan pelayanan tenaga pendidik agar lebih efisien dalam meningkatkan pelayanan pendidikan bagi peserta didik. Selain itu, ungkapnya, sumber dana berasal dari dana komite.

 

Anggota DPRD Kabupaten TTS, Jorhans Fahik yang hadir pada acara itu menyampaikan bahwa kurang lebih 11 tahun yang lalu ia terlibat dalam banyak proses. Saat itu, jelasnya, ia sebagai pendiri sekolah ini.

 

“Saya juga pernah menjadi pengajar di sini. Waktu itu bukan hal yang mudah. Gunung yang tidak tertata rapi kini sudah tertata rapi karena rencana Tuhan. Saya waktu itu sebagai Kepala Desa Ofu sambil mengajar. Ketika sekolah ini sudah memperoleh surat ijin operasional, saya langsung angkat tangan, artinya saya tidak mau lagi jadi pengajar. Selain itu, saya mau berikan semangat kepada para guru agar melayani dengan tulus karena kalau saya tidak jadi guru waktu itu pasti saya tidak jadi DPRD karena tidak dikenal. Saya juga berharap agar kita dapat saling berkomunikasi agar menjadikan sekolah ini makin hari menjadi lebih baik,” harapnya. (Albert Baunsele_Kontributor/red)

comments

No comments:

Post a comment