Latest News

Wednesday, 22 July 2020

KOMISI IV DPRD TTS MONITORING PELAKSANAAN KBM HARI PERTAMA


TTS, CAKRAWALANTT.COM – Komisi IV DPRD melakukan monitoring ke sekolah-sekolah yang melakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di di Kabupaten TTS, Senin (20/7). Beberapa di antaranya yakni, SMA Negeri 1 SoE, SMK Negeri 2 SoE, SMP Negeri 3 SoE dan SMP Negeri 1 SoE. Monitoring tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS, Marthen Tualaka, didampingi anggota Komisi IV, Yupik Boimau, Marliana Lakapu, Jasen Benu dan Robi Faot.

Marthen Tualaka mengatakan bahwa kehadiran pihaknya untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan KBM di hari pertama pada tatanan normal baru. ia menilai ternyata terdapat perbedaan dalam pelaksaan KBM di sekolah-sekolah karena sesuai dengan instruksi gubernur untuk TTS masih tergolong zona merah, sementara fakta di lapangan TTS sudah masuk dalam zona hijau.

Setelah mengunjungi SMA Negeri  1 SoE dan SMK Negeri 2 SoE ternyata ada instruksi Gubernur NTT Nomor 443/14/7/2020 untuk pelaksanaan KBM pada tatanan normal baru, tetapi dalam juknis tersebut TTS masih ditetapkan sebagai zona merah pada poin B.

“Pada hari ini untuk jenjang SMA/SMK belum melakukan KBM dibanding dengan jenjang SMP di TTS yang sudah melakukan KBM secara tatap muka di kelas. Ini baik juga tetapi ada hal prinsip yang mesti disepakati sehingga kemudian jangan muncul multitafsir dan membingungkan para kepla sekolah, guru dan juga para orang tua/wali. Sementara instruksi gubernur ini kan satu untuk semua kabupaten/kota yang ada di NTT.  memang dalam instruksi tersebut tidak menentukan zona merah, hijau, oranye dan lain-lain tetapi di dalam juknis dari Dinas PK Provinsi menentukan TTS sebagai Zona merah setelah melakukan konsultasi dengan BPBD Provinsi,” ungkapnya.

Kepala SMPN3 SoE, Daud Bessie mengatakan bahwa sekolah mendapat edaran dari pemerintah daerah melalui Dinas PK Kabupaten, dimana sekolah diimbau untuk melaksanaan proses KBM secara tatap muka di kelas dengan harus menyediakan fasilitas kesehatan seperti tempat cuci tangan, handsanitizer, dan selalu pakai masker dan jaga jarak.

“Sebelumnya kami pihak sekolah sudah mengadakan rapat bersama para orang tua/wali terkait dengan KBM yang akan berlangsung secara tatap muka maka kesepakatan yang dibangun bersama yaitu KBM secara tatap muka ini dilakukan dengan sistem pembelajaran shift yang mana di sekolah ini dibagi dalam dua shift setiap harinya,” tuturnya.

Daud Bessie menambahkan bahwa jika benar itu adalah informasi baru maka akan dihentikan proses pembelajaran secara tatap muka tetapi masih menunggu surat edaran dari pemda melalui dinas PK. Sekalipun demikian ia mengakui bahwa pelaksanaan proses KBM di hari pertama dapat berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang dihadapi.

Sementara itu SMP Negeri 1 SoE belum melaksanakan proses KBM di kelas karena menurut kepala sekolah, Selasa (21/7/2020) baru akan dilaksanakan rapat bersama para orang tua/wali terkait proses pembelajaran secara tatap muka. Kegiatan belajar mengajar baru akan dilaksanakan pada minggu depan 27 Juli 2020.

“Sesuai jadwal yang ditentukan pihak sekolah yaitu dalam minggu ini akan mengadakan rapat bersama para orang tua/wali siswa. Hingga hari ini kami belum mengadakan rapat bersama orang tua murid, maka jadwal untuk Selasa besok baru akan melakukan rapat bersama para orang tua siswa sementara hari Rabu hingga Jumat akan diadakan MGMP bagi para guru untuk menyamakan persepsi dalam proses pembelajaran pada tatanan normal baru. Sekolah direncanakan akan melakukan pembelajaran tatap muka dengan  sistem shift yang dibagi dalam 2 shift yaitu pagi dan shift siang. Semua guru yang ada di SMP Negeri 1 SoE juga sudah siap untuk memberlakukan sistim pembelajran secara shift, jika memang dalam rapat bersama para orang tua/wali siswa ada kesepakatan dengan orang tua besok dan ada orang tua yang ingin anaknya belajar dari rumah akan tetap dilayani. Di SMP Negeri 1 ada 30 rombel maka akan dibagi menjadi 2 yaitu akan ada 60 rombel yang dibagi setiap shift itu 30 rombel dengan jumlah siswa dalam kelas itu ada 16 orang, ” jelas Kepala SMP Negeri 1 SoE, Omarmi I. Liu.

Kepala BPBD Kabupaten TTS, Adi Tallo, yang juga hadir di SMP Negeri 1 SoE menegaskan bahwa terkait informasi yang disampaikan Ketua komisi IV  DPRD Kabupaten TTS, bahwa di TTS  sejak 3 minggu terakhir sudah masuk dalam zona hijau bahkan sebenarnya zona hijau itu semenjak tanggal 26 juni 2020, hanya pihaknya masih menunggu konfirmasi terkait hasil swab terakhir terhadap pasien covid-19 nomor 4.

“Sebenarnya TTS sudah masuk dalam zona hijau, hanya mungkin surat yang disampaikan oleh BPBD provinsi terkait data yang disajikan tidak update karena kami selalu kirim hasil ke tugas gugus covid-19 provinsi maupun di pusat. Setiap hari ada data perkembangan menyangkut pasien ODP, PDP, maupuan yang terkonfirmasi sembuh covid-19, itu selalu kami melaporkan. Oleh karena itu kami mau sampaikan bahwa kondidsi di TTS sekarang zona hijau, sehingga pemberlakuan terkait proses belajar mengajar kita mengacu pada surat edaran Kemdikbud tanggal 7 juli 2020. Jadi sebenarnya SMA/SMK yang berdomisili di wilayah Kabupaten TTS walaupun mereka merupakan bagian dari provinsi tetapi harus mengacu pada surat edaran bupati karena kita berada di zona hijau. Hingga saat ini kita tau bersama bahwa tidak ada pasien atau ODP terkonfirmasi positif corona sehingga proses belajar mengajar mengacu pada Surat Edaran Bupati TTS tanggal 7 juli 2020,” jelasnya.

Adi Tallo mengakui, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi, mengapa data yang disampaikan TTS masih zona merah karena di TTS tidak ada ODP, OTG yang positif covid-19, bahkan pasien dalam PDP saja tidak ada. Oleh karena itu, menurutnya, proses KBM bisa dapat dilaksanakan secara tatap muka. Namun dirinya juga kembali mengaskan agar dalam proses pelaksanaan KBM di sekolah, semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan. (Lenzho/red)

comments

No comments:

Post a comment