Latest News

Saturday, 21 March 2020

KEKURANGAN FASILITAS LISTRIK SMKS BINA KARYA TUAPAKAS IKUTI UNBK DI SMKN KOLBANO



TTS, CAKRAWALANTT.COM – Terkendala dengan fasilitas listrik,  SMK Bina Karya Tuapakas yang terletak di Desa Tuapakas, Kec. Kuanfatu, Kab. TTS bekerja sama dengan pihak SMK Negeri Kolbano  untuk mengikutsertakan para siswa dalam menghadapi UNBK.
Kepala SMKS Bina Karya Tuapakas, Osias Hauteas, SH yang ditemui disela-sela pelaksanaan UNBK  pada Kamis (19/3) menyampaikan terima kasih  kepada pihak SMK Negeri Kolbano yang telah membantu  dalam pelaksanaan UNBK bagi para siswanya. 

Hauteas mengakui bahwa tahun ini merupakan tahun yang kedua sekolahnya mengikuti UNBK di SMK Negeri Kolbano  karena di sekolahnya terkendala dengan fasilitas listrik.
Lebih lanjut, Hauteas menambahkan bahwa sarana dalam penyelenggaraan UNBK semacam komputer dan lainnya sudah ada tetapi tidak bisa dimanfaatkan dengan baik karena kekurangannya pada listrik, oleh karena itu dirinya berharap agar di wilayahnya bisa memperoleh listrik pada tahun ini agar proses pembelajaran yang berhubungan dengan listrik dapat terlaksana dengan baik.

Hauteas  juga berpesan kepada siswanya yang telah mengikuti  ujian ini agar dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di sekolah karena menurutnya output  dari SMK adalah tenaga yang siap dipakai di dunia kerja.

“Mungkin ada yang mau lanjutkan ke perguruan tinggi atau yang terserap dalam dunia kerja maupun yang mau membuka lapangan kerja sendiri diharapkan juga agar bisa mandiri dan tidak tergantung lagi kepada orang  tua,” harap Hauteas.

Wakasek SMK Kolbano, Margaritha Benu, S.Pd menegaskan bahwa SMKS Bina Karya Tuapakas menggelar UNBK di SMK Kolbano.

“Pelaksanaan UNBK pada tahun ini ada satu sekolah yang bergabung dengan kami di SMK Negeri Kolbano  yaitu SMKS Bina Karya Tuapakas,” kata Margaritha.

Ia menjelaskan bahwa jumlah keseluruhan siswa dari SMK Negeri Kolbano yang mengikuti ujian pada tahun ini berjumlah 36 orang yang terdiri dari tiga program keahlian yaitu program keahlian Nautika, kapal penangkap ikan, budi daya perikanan dan pengolahan perikanan. Sementara jumlah siswa dari SMKS  Bina Karya Tuapakas berjumlah 43 orang dengan satu program keahlian yaitu Tata Niaga Pemasaran.

Benu menambahkan, pelaksanaan ujian dari hari pertama Senin (16/3) hingga Kamis (19/3) dapat berjalan dengan baik walaupun ada kendala yang dihadapi yakni adanya pemadaman listrik. Hal tersebut dapat diatasi dengan adanya ketersediaan genset.

Benu berharap agar peserta didik dari 36 orang  yang selama tiga tahun dibina, dididik, dan dilatih di sini dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh ke depan sesuai dengan apa yang telah diperoleh.

Ia menjelaskan bahwa para siswa yang mengikuti ujian ini telah dipersiapkan dengan baik selama tiga tahun ini. Syarat khusus untuk ujian ini adalah para peserta telah melaksanakan praktek kerja  industri (Prakerin ) di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) pada kelas XI (sebelas).

Sementara Kepala SMK Negeri  Kolbano mengharapkan agar output dari sekolahnya dapat menjaga nama baik almamater, nama baik keluarga, dan juga nama baik pribadinya di saat sudah terjun ke dunia kerja di manapun berada. (Lenzho/red)

comments

No comments:

Post a comment