Latest News

Wednesday, 22 January 2020

PEMKOT KUPANG SAMBUT BAIK GERAKAN LITERASI MPC NTT


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM – Pemerintah Kota Kupang menyambut baik gerakan literasi yang dijalankan Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT terutama di sekolah-sekolah di NTT. Karena itu pada semester genap tahun 2020 ini, pemerintah Kota Kupang menjalin kerja sama dengan MPC NTT untuk menggelar bimbingan teknis literasi di sekolah-sekolah, terutama tingkat SMP/MTs. Sedianya, kegiatan tersebut akan berlangsung pertengahan April 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si., awal Januari 2020. Ditemui di kantornya, Dumuliahi Djami, mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut positif gerakan yang dilakukan MPC NTT. Hal tersebut menurutnya, sangat penting bagi guru dan juga peserta didik.    

“Tentang literasi sekolah kami anggap ini adalah kegiatan yang positif, yang kita bisa lakukan agar guru-guru yang selama ini menghadapi masalah-masalah menulis artikel, bagaimana menulis karya tulis ilmiah dalam rangka kenaikan pangkat, ya mungkin dengan kegiatan ini bisa dibantu. Selain itu, kami ada rencana yang termasuk mimpi bersama kita, tidak saja hanya guru tetapi siswa juga bisa mengenal talentanya,” ungkapnya.

Dirinya mengharapkan kegiatan yang positif tersebut dapat diikuti oleh guru dan siswa secara baik sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang positif pula. Bahkan, pihaknya akan memberikan dukungan agar hasil tulisan guru dan siswa dapat diterbitkan dalam bentuk buku.

“Diharapkan dengan kerja sama kita ini, yang berminat untuk menulis bersama-sama mereka masuk dalam pelatihan itu. Dan harapannya hasil dari tulisan-tulisan itu dapat diterbitkan dalam buku, dan buku itu kita kembalikan kepada sekolah sebagai makanan atau santapan bagi mereka untuk mereka bisa membaca hasil karya mereka atau hasil karya teman mereka,” jelasnya.

Terkait tindak lanjut kegiatan tersebut, Dumuliahi Djami, mengatakan, jika hasilnya positif, maka pihaknya akan menjadikan literasi sebagai program tahunan yang wajib dijalankan sekolah-sekolah. Kegiatan yang dimaksud, tambahnya, dapat bersumber dari dana BOS maupun dana lainnya sesuai regulasi di sekolah.  

“Kalau dia bersifat positif, bahwa ini kemudian melahirkan penulis-penulis baru, maka tiap tahun wajib dilakukan. Kita mencetak penulis-penulis baru yang intinya berkelanjutan untuk bisa menghasilkan buku-buku baru juga,” tambahnya. (red/adv)

comments

No comments:

Post a comment