Latest News

Friday, 9 December 2016

MPC Gelar Pelatihan Jurnalistik di SMP PGRI Larantuka



Larantuka, Cakrawala NTT

Media Pendidikan Cakrawala (MPC) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk siswa dan Penulisan Karya Imiah untuk guru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Kabupaten Flores Timur Jumat-Sabtu (9-10/11/16). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula sekolah ini melibatkan sedikitnya 50 siswa dan 16 guru.

Pelatihan  terlaksana berkat kerja sama antara Cakrawala NTT dengan SMP PGRI Larantuka dalam membangun dan menghidupkan Gerakan Literasi di Kabupaten Flotim. SMP PGRI Larantuka menjadi satu di antara beberapa sekolah di Kota Larantuka yang menyambut baik dan bersinergi bersama MPC membangun iklim ilmiah di Flotim.

Hadir sebagai narasumber, Gusty Richarno selaku Pemimpin Umum Media Pendidikan Cakrawala NTT dan Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flotim, Maksimus Masan Kian.

Kepala SMP PGRI Larantuka, Gerardus Koten pada pembukaan acara itu mengatakan, salah satu kemampuan berbahasa adalah  menulis. Menulis menjadi keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa dan guru di era ini. Menurut Gerardus Koten, secara lembaga kegiatan pelatihan menulis menjadi program sekolah dengan tujuan melatih siswa dan guru mengasah keterampilan dalam menulis.

“Menulis menjadi keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa dan guru di era ini. Secara lembaga, kegiatan pelatihan menulis menjadi program sekolah dengan tujuan melatih siswa dan guru untuk dapat mengasah keterampilan dalam menulis. Menulis dapat mengubah pola pikir dan pola prilaku siswa dan guru. Dengan menulis bisa menjadi bagian dari refleksi bersama di sekolah dan bisa menjadi intropeksi bersama menciptakan perubahan di lemabaga,” jelas Gerardus.

Ia menambahkan, dalam mendukung gerakan literasi di Kabupaten Flotim mesti ada gerakan bersama, mengiatkan aktivitas membaca dan menulis.
“Iklim ilmiah di Kabupaten Flotim saat ini sedang tumbuh. Dan mari kita rawat iklim ini. Kami dari SMP PGRI Larantuka bertekad untuk mengambil peran dalam gerakan literasi di Flotim,”kata Gerardus.

Sementara itu, Pemimpin Umum Cakrawala NTT, Gusty Richarno mengatakan, Media Pendidikan Cakrawala NTT dengan Tagline  “Cakap, Kritis, dan Berwawasan Luas” terus bergerak membangun semangat generasi muda NTT untuk mencintai aktivitas menulis.
”Mimpi kami adalah menyongsong generasi emas NTT 50 tahun yang akan datang. Dua hari kita berproses dalam latihan menulis. Penulis terampil adalah pembaca yang tekun. Membaca tidak sekedar di status facebook, namun yang diharapkan adalah membaca buku- buku yang berkualitas. Dua hari ini, kita akan bergulat menjinakan mata pena. Mata pena menjadi media mengungkapkan rasa dan nalar. Jangan membayangkan menulis hal yang luar biasa, namun mari kita tulis apa yang kita alami kegiatan kita sehari-hari. Menulis tentang diri kita, lingkungan sekolahmu, keluarga kita, lingkungan kita, alam kita, dan mulailah menulis saat ini. Kita akan terus berkolaborasi dalam menghidupkan gerakan Literasi di Bumi Nusa Tenggara Timur. Teruslah menulis, hingga kita bernapas dengan kata-kata.

Siswa nampak antusias mengikuti kegiatan. Dengan suguhan materi pertama Teknik menulis puisi yang dibawakan oleh Gusty Rikarno, dilanjutkan dengan  teknik menulis berita sekolah di Majalah Dinding (Mading) sekolah oleh Maksimus Masan Kian. Siswa menghasilkan berbagai karya tulis berupa puisi, cerpen, berita sekolah, karya ilmiah remaja, dan lain-lain yang akan ditempelkan di Mading sekolah.



comments

No comments:

Post a Comment