Sabu Raijua, CAKRAWALANTT.COM - Dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan kompetensi
guru, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Raijua, Kabupaten Sabu Raijua,
menggelar kegiatan “In House Traing (IHT)
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”
selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu (20-21/10/2026). IHT yang bertujuan
untuk mempertajam kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran (mendalam) yang
berpusat pada murid ini dibuka oleh Korwas SMA/SMK Kabupaten Sabu Raijua,
Yeremias Henuk, Selasa (20/10/2026).
Dalam sambutannya, Yeremias mengatakan, IHT tersebut
merupakan upaya kolektif satuan pendidikan dalam meningkatkan kapasitas atau
kualitas sumber daya pendidik dalam memahami, merancang, dan memodifikasi
perangkat pembelajaran di kelas yang menjadi sasaran murid. Untuk itu, IHT
tersebut harus mampu mempertajam kompetensi guru sekaligus meningkatkan
kualitas belajar murid.
“Guru yang kompeten bisa menggerakan dan meningkatkan
mutu pembelajaran,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ada beberapa narasumber yang
hadir dan memberikan materi terkait pembelajaran mendalam, yakni Yeremias
Henuk, S.Pi., Gabriel Kueain, S.Pd., Gr., John E. Bangngu, S.Pd., Gr., serta
Edwin Setiawan Ie, S.Pd., Gr.. Materi dipaparkan secara panel oleh para
narasumber. Setelah sesi pemaparan materi, para peserta diarahkan untuk
melakukan observasi kelas dan supervisi akademik. Hasil ini kemudian
didiskusikan secara terbimbing bersama narasumber sekaligus mengulas lebih jauh
terkait inti pembelajaran mendalam.
Kepala SMA Negeri 1 Raijua, Edwin Setiawan Ie, memberikan
apresiasi bagi para guru yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan IHT
tersebut. IHT, ungkapnya, harus menjadi wadah belajar dan diskusi bagi para
guru guna memperdalam ilmu dan mengasah keterampilan praktik. Kegiatan ini,
ungkapnya, merupakan agenda rutin setiap semester guna mempertajam kompetensi
guru.
“IHT ini diharapkan menjadi ruang atau wadah diskusi
dan belajar bagi para guru guna mempertajam kompetensi masing-masing,”
tukasnya.
Sementara itu, salah satu guru yang menjadi peserta,
Nani Dima Lado, mengakui bahwa kegiatan IHT tersebut sangat bermanfaat bagi
para guru. Menurutnya, banyak hal baru yang diperolehnya selama kegiatan
berlangsung.
“Bersama narasumber/fasilitator, kami bisa belajar
sambil melakukan praktik langsung. Ini tentu sangat bermanfaat bagi kami,”
pungkasnya.
Untuk diketahui, pada akhir sesi, para guru dilatih
untuk menerapkan pembelajaran mendalam melalui beberapa contoh praktik yang
diberikan oleh para narasumber, termasuk pembelajaran mendalam yang
terintegrasi dengan digitalisasi pembelajaran. Para guru juga merancang asesmen
interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. (Ande Koroh/MDj/red)






0 Comments