Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Taman Baca dan PKBM Pilar Ramaikan Festival Komodo Riung, Gaungkan Semangat Literasi bagi Masyarakat

Dokumentasi kegiatan.


Ngada, CAKRAWALANTT.COM - Kementerian Kehutanan Ri melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata menggelar “Festival Komodo Riung”. Festival yang juga didukung oleh INFLORES, GEF, dan UNDP ini diisi oleh beragam kegiatan dan partisipasi, mulai dari ekonomi, budaya, hingga literasi. Di tengah keramaian festival ini, Taman Baca dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pelita Insan Lestari (Pilar) turut berpartisipasi dengan caranya sendiri, Selasa (11/8/2028).

 

Taman Baca dan PKBM Pilar menghadirkan ruang belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak, dengan menyediakan buku-buku bacaan. Sejumlah anak terlihat sangat berantusias mengikuti kegiatan membaca bersama tersebut. Meski duduk di ruang terbuka, mereka menikmati momen belajar bersama dengan penuh semangat.



Ketua Pengurus Taman Baca dan PKBM Pilar, Mustakim, menuturkan, anak-anak tidak hanya membaca dan selesai, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menceritakan kembali apa yang telah mereka baca secara lisan maupun tulisan.

 

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan cerita di hadapan teman-temannya,” tukas Mustakim di sela-sela festival.

 

Suasana belajar yang diciptakan oleh Taman Baca dan PKBM Pilar tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi. Di dalamnya, anak-anak dapat membaca, berdiskusi, dan saling menyimak cerita satu sama lain secara menyenangkan, santai, dan tetap subtantif.



Bagi Taman Baca dan PKBM Pilar, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Membaca tidak sekadar menyangkut mengenal kata dan memahami isi buku, tetapi juga menjadi jalan bagi anak-anak dalam berimajinasi, berpikir, berbicara, dan berani menyampaikan gagasan.

 

Kehadiran kegiatan literasi di tengah Festival Komodo Riung ini menjadi pengingat bahwa festival yang melibatkan publik juga dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan membiasakan aktivitas membaca, bercerita, dan berbagi wawasan, anak-anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang literat. (Takim Riung/MDj/red)


Post a Comment

0 Comments