Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

SMA Negeri 1 Sabu Timur Gelar MGMP, Bahas Pembelajaran Mendalam dan Persiapan TKA

Dokumentasi kegiatan.


Sabu Raijua, CAKRAWALANTT.COM - Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua, menggelar kegiatan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, Sabtu (1/8/2026). Kesempatan ini menjadi wadah pembahasan pembelajaran mendalam (deep learning) dan persiapan tes kemampuan akademik (TKA). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 1 Sabu Timur, Imanuel Mangngi, S.Pd..

 

Dalam sambutannya, Imanuel menegaskan pentingnya MGMP dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada murid.

 

“Kolaborasi antarguru ini adalah kunci utama dalam menyusun rencana pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada capaian akademis, tetapi juga berorientasi pada penguatan karakter murid,” tegasnya.

 

Kegiatan tersebut berjalan interaktif dan produktif. Para guru dari berbagai disiplin ilmu memanfaatkan momen ini sebagai wadah berbagi praktik baik, mengevaluasi metode pengajaran, serta menyelaraskan strategi penerapan pembelajaran mendalam. Hal ini bermanfaat agar materi pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami oleh murid.



Selain itu, ada juga materi terkait pemberlakuan tambahan satu jam belajar guru setiap minggu serta persiapan perangkat dan materi TKA guna memastikan kesiapan murid. Melalui MGMP ini, para guru diharapkan semakin siap dan optimis menyongsong agenda pembelajaran mendatang dengan semangat pembaharuan, inovasi, dan sinergi.

 

Salah satu guru yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut, Nomita Layuk, S.Pd., Gr., mengatakan bahwa forum MGMP dapat membantu guru mendalami kembali esensi dari pembelajaran mendalam. Diskusi yang terjadi di dalamnya, sambung Nomita, sangat membantu guru ketika merancang pembelajaran.

 

“Kami bisa saling berbagi praktik baik dan berdiskusi terkait pembelajaran. Banyak wawasan dan pengalaman baru yang kami peroleh,” tukasnya.



Lebih lanjut, Imanuel kembali berpesan agar para guru bisa menanamkan keterbukaan untuk terus belajar (longlife learning) serta saling berkolaborasi.

 

“Semoga kita, sebagai guru, bisa menciptakan suasana belajar yang inspiratif, bermakna, dan mampu mendukung anak-anak didik meraih hasil TKA yang maksimal,” harap Imanuel. (MDj/red)


Post a Comment

0 Comments