![]() |
| Dokumentasi kegiatan. |
Sabu Raijua, CAKRAWALANTT.COM - Dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua, menggelar
kegiatan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) tingkat sekolah, Sabtu
(1/8/2026). Kesempatan ini menjadi wadah pembahasan pembelajaran mendalam (deep learning) dan persiapan tes
kemampuan akademik (TKA). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA
Negeri 1 Sabu Timur, Imanuel Mangngi, S.Pd..
Dalam sambutannya, Imanuel menegaskan pentingnya MGMP
dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada murid.
“Kolaborasi antarguru ini adalah kunci utama dalam
menyusun rencana pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada capaian akademis,
tetapi juga berorientasi pada penguatan karakter murid,” tegasnya.
Kegiatan tersebut berjalan interaktif dan produktif.
Para guru dari berbagai disiplin ilmu memanfaatkan momen ini sebagai wadah
berbagi praktik baik, mengevaluasi metode pengajaran, serta menyelaraskan
strategi penerapan pembelajaran mendalam. Hal ini bermanfaat agar materi pembelajaran
menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami oleh murid.
Selain itu, ada juga materi terkait pemberlakuan
tambahan satu jam belajar guru setiap minggu serta persiapan perangkat dan
materi TKA guna memastikan kesiapan murid. Melalui MGMP ini, para guru
diharapkan semakin siap dan optimis menyongsong agenda pembelajaran mendatang
dengan semangat pembaharuan, inovasi, dan sinergi.
Salah satu guru yang menjadi peserta dalam kegiatan
tersebut, Nomita Layuk, S.Pd., Gr., mengatakan bahwa forum MGMP dapat membantu
guru mendalami kembali esensi dari pembelajaran mendalam. Diskusi yang terjadi
di dalamnya, sambung Nomita, sangat membantu guru ketika merancang
pembelajaran.
“Kami bisa saling berbagi praktik baik dan berdiskusi
terkait pembelajaran. Banyak wawasan dan pengalaman baru yang kami peroleh,”
tukasnya.
Lebih lanjut, Imanuel kembali berpesan agar para guru
bisa menanamkan keterbukaan untuk terus belajar (longlife learning) serta saling berkolaborasi.
“Semoga kita, sebagai guru, bisa menciptakan suasana
belajar yang inspiratif, bermakna, dan mampu mendukung anak-anak didik meraih
hasil TKA yang maksimal,” harap Imanuel. (MDj/red)




0 Comments