Tangerang, CAKRAWALANTT.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
(Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkomitmen
dalam penguatan kompetensi murid. Implementasi ini tercermin melalui Program
Bantuan Pemerintah Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026.
Dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah
Program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK Tahun 2026 Tahap II yang berlangsung
di Tangerang Selatan pada Senin, 25 Mei 2026, terdapat 394 SMK yang mendapatkan
bantuan program Sertifikasi Kompetensi Murid SMK. SMK penerima bantuan siap
menjadi fasilitator murid untuk mendapatkan sertifikasi keahlian yang berguna
untuk standarisasi masuk dunia industri sehingga dapat bersaing secara nasional
maupun global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, turut menghadiri kegiatan dan menyampaikan perhatian penuh pada
penguatan kompetensi murid.
“SMK yang mendapatkan program ini menjadi langkah awal
dalam mendorong layanan pendidikan bermutu untuk semua. Ciptakan generasi Indonesia
hebat yang berkompetensi tidak hanya kemampuan teknis kejuruan, tetapi juga
soft skills,” jelas Mendikdasmen dalam sambutannya.
Abdul Mu’ti juga menjelaskan lebih lanjut agar sekolah
mampu mengembangkan soft skills murid meliputi 4C, yaitu critical
thinking, collaboration, creativity, dan communication.
Menurutnya, kemampuan tersebut akan mendorong kecerdasan emosional yang tak
kalah penting dalam berkarier.
“Melalui sertifikat kompetensi, murid memiliki nilai
lebih di mata industri. Inilah langkah Kemendikdasmen untuk mempersiapkan
lulusan SMK yang lebih kompetitif,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah
dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menegaskan perlunya
pengembangan keterampilan murid secara berkelanjutan. Hal ini disebabkan oleh kompetensi
masa depan yang kian dinamis sehingga membutuhkan persiapan matang. Oleh karena
itu, SMK sebagai gerbang yang mengantarkan pendidikan kepada murid perlu
melihat relevansi kebutuhan pasar kerja di masa depan.
“Dunia yang berubah cepat perlu harus diisi oleh SDM
yang memiliki kriteria pasar kerja masa depan. Dengan memiliki sertifikasi
keahlian, lulusan SMK akan lebih siap bersaing di dunia kerja karena
kompetensinya telah diakui secara profesional,” ungkap Tatang.
Tatang menerangkan bahwa penyiapan SDM yang mumpuni
dilaksanakan melalui sertifikasi yang berkolaborasi dengan Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP) maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai
dengan bidang profesi masing-masing. Tatang menyoroti pentingnya sertifikasi
kompetensi yang bersinergi dengan industri. Hal ini untuk menjamin agar
sertifikasi berjalan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. (Kemendikdasmen)





0 Comments