Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

TERPELESET SAAT BERFOTO DI SUNGAI, NYAWA GURU HONORER INI TAK TERSELAMATKAN


TTS, CAKRAWALANTT.COM – Nasib naas menimpa Selfi Resrianti Kase (30), seorang guru honorer di SMP Negeri Satap Nenas, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS. Akibat terpeleset saat berfoto di sungai Noela'lua, Fatula'lua, RT/RW 005/003, Desa Tutem, Kecamatan Tobu, ia harus meregang nyawa. Informasi yang dihimpun wartawan di Mapolres TTS menyebutkan, usai menerima laporan masyarakat, Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 11.00 Wita anggota Ident Polres TTS, Anggota Buser, Anggota Polsek Mollo Utara serta Kapolsek Mollo Utara beserta tim basarnas langsung tiba di TKP (rumah korban).

“Pada hari Senin tanggal 1 Juni 2020 sekitar pukul 16.00 Wita korban bersama tujuh orang teman atas nama Faldi H. Mbeo, Petronela Ina Damalera, Adriana A. Ola Mukin, Orices Tasuab, Sintia Pelandou, Neti Nenoharan, Supriadi Srotha Darma, menuju ke Fatula’lua untuk foto-foto dan pada saat itu mereka sempat berfoto bersama-sama ketujuh orang teman tersebut. Beberapa saat kemudian korban sempat menuju ke salah satu tempat yang ada satu batang kayu yang berdiri tepatnya di tengah-tengah sungai tersebut namun pada saat itu korban terpeleset dan jatuh ke dalam kubangan air di samping kayu tersebut. Menurut teman yang bersama-sama dengan korban bahwa kepala korban yang terlebih dahulu jatuh ke dalam kubangan air tersebut. Dan pada saat itu ketujuh orang temannya tersebut berusaha mencari korban namun korban tidak ditemukan karena kubangan tersebut licin dan dalam,” jelas Kasatreskrim Polres TTS, IPTU. Hendricka R. A. Bahtera S.T.K.,S.I.K.,M.H, saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, (2/6/2020) sore.

Lebih lanjut IPTU Hendricka menuturkan beberapa hal terkait hasil olah TKP. Pertama, dari hasil pencarian, korban ditemukan di sungai dan dibawa menuju rumah korban oleh anggota Polres dan tim Basarnas dibantu masyarakat sekitar.

Kedua, telah dilakukan visum luar oleh dokter puskesmas Tobu, atas nama dr. Anggry Mambait dan disimpulkan bahwa korban meninggal akibat tersumbatnya saluran pernapasan oleh air dan kaki kiri korban yang patah.

Ketiga, setelah dilakukan pemeriksaan dari dokter dan dijelaskan kepada keluarga maka keluarga menerima kematian korban dan juga keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi jenazah serta telah dibuat surat pernyataan penolakan otopsi oleh keluarga. (Lenzho/red)


Post a Comment

0 Comments