Latest News

Sunday, 31 May 2020

ROH KUDUS DATANGLAH DAN PENUHILAH HATIKU DENGAN KURNIA-MU (CATATAN PENTAKOSTA)

Tomas Alfarez, M.Pd
Pengawas Dinas PK Kab. Sikka

Suatu pagi yang tenang, kala semua orang berkumpul berkanjang dalam doa, sekonyong-konyong terdengarlah bunyi seperti tiupan angin yang amat keras. Seluruh rumah bergetar hebat, penghuninya bergetar ketakutan. Bunda Maria dalam naluri keibuan menenangkan mereka. “Lihatlah di atas kepala masing-masing”, titahnya’.

Lidah-lidah api menjulur di atas kepala mereka masing-masing. Tidak panas membakar rambut, namun memberikan kekuatan luar biasa. Murid-murid yang dalam ketakutan, kini berani keluar dan berbicara dengan berbagai bahasa. Tergenaplah janji Sang Penyelamat, Aku pergi, tetapi akan datang Roh Kudus.

Roh Kudus itu tercurah seperti lidah-lidah api, membakar semangat untuk mewartakan firman Tuhan, membangkitkan karunia-karunia roh untuk berkata-kata dengan pengetahuan kendati mereka tidak berpendidikan dan tidak pandai berbicara. Memberi karunia bernubuat, padahal mereka bukan ahli taurat dan imam kepala.

Muncullah kekuatan dan keberanian mewartakan Kristus yang bangkit, padahal selama ini hidup mereka dikuasai ketakutan oleh kehilangan pemimpin mereka. Dengan Roh Kudus, mereka berani bersaksi sampai ke ujung dunia bahwa Yesuslah Sang juru selamat manusia.

Hari ini dalam diam nan sunyi, aku termenung. Gereja sejagad merayakan Hari Pentakosta, mengenang Roh Kudus turun atas para rasul. Apakah Roh Kudus yang sama juga tercurah dalam hatiku? Adakah Roh Kudus memenuhi dunia yang hari ini masih hidup di dalam kekalutan rasa yang mencemaskan?

Aku sendiri tidak tahu dan hanya bertanya dalam diam. Yang aku tahu adalah hari ini tidak ada perayaan di gereja yang melibatkan banyak umat selain para pemimpin gereja. Datanglah Roh Maha Kudus ke dalam dunia. Saat ini tentu Engkau tidak datang dalam wujud lidah api angin taufan, tetapi memasuki hati umat-Mu dan perbaharuilah wajah bumi ini. Sirami jiwa kami yang layu dan cemas dengan embun kurnia-Mu. Lihatlah kami yang dikuasai kegelisahan karena pandemi corona oleh kekuatan pembaharu Ilahi dan musnakan wabah ini segera.

Demikianlah sepenggal doaku yang terasa sederhana lahir seperti seorang anak yang menangis selalu merindukan ibunya dengan segala kepolosan dan keluguannya. Dalam keterbatasan dan kekerdilan iman, lanjutku, “Datanglah Roh Kudus dalam hatiku; jadikan hatiku bait suci-Mu dan bersemayamlah di dalamnya, agar aku mampu membangun tubuh Kristus menjadi satu hati, menjadi berkat bagi anak cucu yang percaya. Dan seijin-Mu menjadi berkat bagi sesama, sehingga seluruh dunia memuji-Mu dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

comments

No comments:

Post a comment