Latest News

Sunday, 31 March 2019

NIXON NGGAUK: KELURAHAN NUNBAUN DELHA KEMBANGKAN POTENSI WISATA

Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Guna menjawab langkah pemerintah menata dan mengembangkan sejumlah tempat sebagai tempat wisata, Kelurahan Nunbaun Delha, Kecamatan Alak, Kota Kupang berencana mengembangkan berbagai potensi wisata yang ada. Salah satunya adalah  situs meriam peninggalan Perang Dunia II.

Hal ini diungkapkan oleh Lurah Nunbaun Delha, Nixon Alexander Nggauk, SH. kepada media usai Rapat Koordinasi RT/RW tingkat Kelurahan Nunbaun Delha, Kamis (28/03/2019). Kelurahan Nunbaun Delha akan lebih giat dalam memperkenalkan situs sejarah tersebut kepada masyarakat.

“Secara umum kita publikasikan dan kemudian kita bekerja sama dengan komite sekolah untuk memperkenalkannya ke sekolah-sekolah,” kata Nixon.

Selain mengembangkan situs sejarah tersebut, ada pula perencanaan untuk membangun kampung wisata. Perencanaan ini akan dimulai dari RW 5 yang berada di daerah pesisir. Kemudian akan berlanjut ke RW lain yang memiliki potensi yang sama.

Hal unik lainnya yang hendak dikembangkan adalah dengan membangun rumah-rumah adat. Rumah yang dibangun merupakan rumah warga yang bersedia direhap atau dibangun kembali.

“Selain itu akan dibangun rumah-rumah adat sesuai etnis yang ada di kelurahan. Dikomunikasikan dengan tuan rumah dan jika berkenan, pemerintah akan membangun rumah adat sesuai etnis tuan rumah,” papar Nixon.

Dalam rapat bulanan ini, lanjut Nixon, dibahas pula tentang penyelenggaraan pemerintah yang diselenggarakan oleh pihak RT maupun RW sebagai pembantu pemerintah. Menurutnya, selama ini RT maupun RW selalu bekerja sama dan hubungan komunikasi bersama pihak kelurahan terjalin baik.

Terkait dengan permasalahan sampah, lurah yang baru menjabat tiga bulan terhitung sejak Desember 2018 ini menjelaskan bahwa langkah yang diambil kelurahan adalah dengan pembersihan. Ada jadwal kerja bakti pembersihan. Dengan kerja bakti ini, Nixon berharap agar permasalahan tentang sampah bisa teratasi.

“Sudah ada jadwal kerja bakti. Hari  Senin hingga Sabtu diisi dengan kerja bakti. Ada 12 RW jadi satu hari 2 RW. Senin RW 1 dan RW 2, Selasa RW 3 dan 4, dan seterusnya hingga Sabtu. Ini merupakan pembagian jadwal rutin,” jelas Nixon.

Nixon menerangkan pula bahwa sejauh ini tidak ada potensi konflik sosial. Menurutnya, masyarakat di kelurahan ini sudah sadar akan ketertiban dan hukum sehingga jika ada masalah, masyarakat selalu berdialog dalam menghadapi konflik yang ada. (HM/RZ)

comments

No comments:

Post a Comment