Latest News

Thursday, 20 September 2018

Para Kepala SD dan SMP di Kota Kupang Ikuti Bimtek PPK


Kota Kupang, CakrawalaNTT.com - Dalam rangka mengintensifkan dan menyebarluaskan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Program Pengimbasan PPK bagi para kepala sekolah SD dan SMP di Kota Kupang. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 9 Kota Kupang itu diikuti oleh 25 peserta yang dari berbagai sekolah di Kota Kupang sejak Senin (17/8/2018) hingga Kamis (20/8/2018). 

Para kepala SD yang diundang adalah yang berada di sekitar SMPN 9 Kota Kupang. Sementara para kepala SMP yang diundang tidak saja dari sekolah negeri  tetapi juga sekolah swasta dengan memperhatikan aspek penyebarluasan program serta keterwakilan seperti sekolah swasta Katolik, Islam, Kristen dsb. Diharapkan sekolah-sekolah ini dapat mempraktekan Program PPK di sekolah masing-masing dan kepada lingkungan di seputarnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapat materi terkait penguatan pendidikan karakter sehingga dapat menerapkan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah. Materi utama yang diberikan adalah pendekatan pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat sesuai potensi lingkungan dan kearifan lokal yang ada. Selain itu, para peserta juga mendapat materi terkait kebijakan pendidikan nasional terkini serta praktik baik dari sekolah piloting program Penguatan Pendidikan Karakter.

Selain input materi, kegiatan ini juga dilakukan dengan metode curah pendapat, diskusi, dan simulasi serta kunjungan ke sekolah rintisan . Kunjungan ke sekolah rintisan dimaksud agar para peserta dapat melihat, merasakan, dan mencontoh penerapan PPK secara implicit dan eksplisit.

Suwandi, salah satu fasilitator kegiatan ini, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan program nasional PPK. Keberhasilan program ini memerlukan partisipasi semua pihak, tidak hanya pihak sekolah tapi juga keluarga dan masyarakat (komunitas). Menurutnya, keluarga dan masyarakat harus mendukung program ini sehingga praktik baik yang telah dimulai di sekolah  dapat juga dirasakan di rumah dan masyarakat melalui relasi yang sehat sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi prioritas dalam program ini yaitu religius, nasionalisme, gotong royong, kemandirian, dan integritas.

“Jangan sampai di sekolah anak diajarkan agar jangan memaki atau mengeluarkan kata-kata kotor tetapi di rumah orang tua menghadirkan kebun binatang ke dalam rumah,” tutur Suwandi menyinggung kebiasaan yang jamak ditemui dalam keseharian.

Senada dengan itu, salah satu panitia pelaksana kegiatan ini yang juga merupakan wakil kepala sekolah SMPN 9 Kota Kupang, Daniel Rihi, menambahkan, keberhasilan program ini ditentukan juga oleh faktor keteladanan. Daniel memakai teori ular sebagai contoh. Menurutnya dalam teori ular, kepala harus mendahului ekor. Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan kepada anak harus dimulai lebih dahulu oleh para guru serta orang tua.

Kegiatan ini juga melibatkan para pengawas sekolah dengan maksud agar bisa bersama para kepala sekolah mereka dapat merencanakan aktivitas apa yang akan dilakukan di sekolah. Selain itu, pengawas sekolah juga dapat membuat RTL Program PPK pada saat mendampingi dan mensurvei kepala sekolah binaanya terkait program dimaksud. (ens)
comments

No comments:

Post a Comment