Latest News

Friday, 21 April 2017

Dua Ruangan Belajar Darurat SDN Watu Sadar Rusak Parah



Manggarai Timur, Cakrawala NTT - Dua ruangan belajar darurat SDN Watu Sadar, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, rusak parah akibat diterjang angin kencang beberapa waktu lalu. Berdasarkan pantauan Cakrawala NTT, kedua ruangan yang berdinding bambu itu nyaris roboh. Beberapa seng di bagian atapnya pun sudah hilang dibawa angin.

Kepala sekolah SDN Watu Sadar, Bernabas Anggal, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/4/2017), menjelaskan bahwa kehadiran lembaga SDN Watu Sadar sangat membantu masyarakat dalam hal pelayanan bidang pendidikan. Namun ia menyayangkan pemerintah yang belum secara serius memperhatikan sarana dan prasarana di sekolahnya. “Sangat disayangkan pemerintah Kabupaten Manggarai Timur belum memperhatikan sarananya dengan baik sehingga peningkatan mutu pendidikan yang kami alami di SDN Watu Sadar masih sangat memprihatinkan,” ujar Anggal.
“Sekarang dituntut untuk meningkatkan mutu pendidikan tetapi soal sarananya belum diperhatikan dengan baik. Kami tidak akan bisa mencapai depalan standar mutu pendidikan kalau saranya belum diperhatikan,” lanjutnya.
Keadaan sekolah yang memprihatinkan itu sudah disampaikan ke pemerintah setempat. Namun, menurut Anggal, belum ada tanggapan terkait keluhan yang disampaikan. “Setelah gedung ini mengalami kerusakan kami sudah menyampaikan keluhan kami baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk surat. Surat ini kami hantar ke Bupati, DPRD, dan dinas terkait, namun tanggapan dari dinas terkait secara administrasi sampai hari ini belum ada.” katanya
Karena itu, Anggal mengatasnamai para guru dan pegawai di sekolahnya, meminta kepada dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga Kabupaten Manggarai Timur untuk segera melihat dan memperhatikan gedung yang ada di sekolah tersebut sehingga proses belajar mengajar di SDN Watu Sadar bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Saat ini, jumlah siswa/siswi yang ada di SDN Watu Sadar kurang lebih 56 yang terbagi ke dalam lima rombongan belajar. Dua ruangan belajar yang rusak parah adalah ruangan yang ditempati oleh siswa/siswi kelas 1 dan 3. (Mulia Donan)
comments

No comments:

Post a comment