Latest News

Thursday, 9 February 2017

Semesta Berdoa untuk Korban dan Keluarga Korban Perdagangan Orang



Kota Kupang, Cakrawala NTT
Aksi Semesta Berdoa Untuk Korban dan Keluarga Korban Perdagangan Orang Berlangsung di depan Kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (6/2/17).
Aksi yang digerakkan oleh Solidaritas Korban Perdagangan Orang dan Kemanusiaan, yang terdiri dari GMIT, Susteran SSPS, Jaringan Relawan Untuk Kemanusiaan, FMN Kupang, Komunitas Flobamora, MUI Kota Kupang, sebagai upaya untuk mengingatkan Pemerintah Provinsi NTT bahwa hingga saat ini sudah puluhan tenaga kerja Indonesia asal NTT yang meninggal dunia, tetapi belum ada upaya dari penguasa untuk merespons persoalan itu.
Aksi tersebut dipimpin oleh Pdt. Emmy Sahertian, M.Th dengan koordinator lapangan Jack Fahik. Diawali dengan menyanyikan lagu “Kulihat Ibu Pertiwi”, peserta aksi yang tergabung dari beberapa elemen mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap pemerintah khususnya dalam mengatasi permasalahan Human Traficking di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan cara membakar lilin dan pembacaan puisi oleh Abdul Djou, Linda Tagie, Quidora Soera, Cornelius Selan, Rosna Bernadheta dan Ardy Milik.
Menurut Pdt. Emmy Sahertian; “Masih ada anak-anak kita yang bekerja keluar negeri dan pulang dalam keadaan meninggal. Tahun lalu kami telah berkomitmen jika masih ada korban yang meninggal, kami akan tetap melakukan kegiatan ini sebagai bagian dari Advokasi. Jadi bukan hanya ini satu-satunya kegiatan, disamping pendampingan bagi korban yang dalam proses pengadilan juga pendampingan dari tahun 2017 sampai kedepan terutama didaerah-daerah terdampak bagaimana penanganan supaya mengurangi laju mereka yang pergi tanpa pengetahuan dengan program-program ketrampilan  yang utuh supaya tidak rentan tereksploitasi.
“Kita berharap dengan doa yang kita buat malam ini peguasa atau pemerintah bisa melihat secara jeli dan secara jeli lagi apa yang terjadi khususnya di NTT,” sambung Pdt. Emmy Sahertian. (Adj)
comments

No comments:

Post a comment