Latest News

Friday, 15 July 2016

Sekolah Elpida; My School, My Adventure


Oelamasi, Cakrawala NTT

Jarum jam menunjukkan pukul 6 pagi. Sekelompok siswa dalam balutan pakaian olahraga tampak berlari-lari kecil di kompleks villa Saboak. Sekitar pukul 7, mereka sudah berada di kolam renang. Ada yang kelihatan lincah berputar-putar sambil tertawa gembira. Beberapa yang lain berusaha menjaga keseimbangan tubuh dengan menggerak-gerakan tangan dan kaki menghasilkan bunyi cipratan kecil di pagi yang tenang.

Itulah gambaran pagi di villa Saboak selama 12-15 Juli 2016. Mereka adalah siswa-siswi SMP dan SMA Elpida Kupang. Selama 4 hari tersebut kelompok siswa yang terbagi menjadi 2 kelompok, laki-laki dan perempuan, mengikuti salah satu kegiatan PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah). Kegiatan PLS sendiri merupakan amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor  18 tahun 2016.

Setelah makan pagi, kegiatan PLS dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lain seperti kompetisi mencari harta karun, menjelajahi alam, bermain futsal, dan aneka permainan lain. Kompetisi harta karun sendiri mengharuskan siswa menjelajahi alam, mencari dan menemukan harta karun sesuai dengan peta petunjuk dari guru dan pembina. Di beberapa pos, mereka diberikan pertanyaan dan petunjuk dari Alkitab. Dengan ini siswa diajarkan untuk bersungguh-sungguh bekerja meraih cita-cita dan impian, menghargai alam, dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal.

Pada malam hari anak-anak dibimbing oleh pembina melalui berbagai renungan dan berbagi curhat tentang cita-cita, kesukaran hidup dan tujuan mereka sekolah. Setelah itu para pembina bersama para para siswa tersebut mendoakan tujuan, cita-cita, dan segala persoalan hidup mereka. Ini juga dimaksudkan agar para siswa dan para pembina saling dekat satu sama lain.

Dewan pembina Yayasan Elpida, Pdt Edwer Dethan, kepada Cakrawala NTT mengatakan bahwa tujuan terpenting dari kegiatan ini adalah mengajarkan para siswa untuk hidup sesuai perintah Tuhan dengan menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kehidupan fisik dan spiritual dalam hubungan dengan sesama, lingkungan dan Tuhan sendiri. Menurutnya, sebagai makhluk beragama, manusia (siswa) harus senantiasa memandang kehidupannya dalam relasi dengan Tuhan, termasuk dalam upaya memperoleh pengetahuan (pendidikan).

Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, karena sumber segala pengetahuan yang mutlak benar hanya datang dari Tuhan,” ujar Edwer Dethan.

Dengan adanya kegiatan ini, Pdt Edwer mengharapkan agar anak-anak tetap semangat dalam belajar. Setiap anak memiliki kemampuan (talenta) yang telah diberikan Tuhan. Tinggal bagaimana mereka bisa membuka diri kepada guru sehingga guru dapat membina pribadi anak untuk mengembangkan bakat dan talenta mereka masing-masing. Menurutnya, hidup, termasuk sekolah, adalah petualangan dalam rencana kasih Allah. PLS membantu anak menyadari hal tersebut sehingga kehidupannya menjadi lebih bermakna. (Yupiter Loinati/ENS)


comments

No comments:

Post a comment