Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

UNWIRA KUPANG

Tarian “Feto Apao Kuan” Kabupaten Kupang

Kupang, Cakrawala NTT


Para penari dan pelatih bersama Kepala Sekolah, Naaman Bia, S.Pd. dan Sekretaris Dinas PPO Kab. Kupang
(photo by Yupiter Loinati)

Sudah sejak dahulu, wilayah Kab. Kupang dikenal oleh oleh seantero belahan dunia dengan sebutan daerah penghijauan dan penghasil ternak di Amarasi khususnya di masa kepemimpinan seorang Usif(raja). Amarasi terkenal dengan julukan penghasil hewan dan menjadi sumber makanan ternak.

Saat ini, program tersebut kembali digalakan oleh bupati yang benar-benar merakyat yaitu Ayub Titu Eki, dengan nama program “Tanam Paksa, Paksa Tanam.” Berpatokan pada program tersebut, maka kami dari SMPN 2 Amarasi Barat menciptakan tarian dengan tema yang diusung oleh Pemprov. NTT tentang lingkungan hidup. Penari berasal dari siswa/i SMPN 2 Amarasi Barat yang mewakili Kab. Kupang di tingkat Prov. NTT dalam lomba FLS2N.

Judul tarian yang diangkat Feto Apao Kuanyang artinya anak-anak gadis penjaga kampung. Sedangkan lagu pengiring dari tarian ini Nina Noiyang juga berasal dari Kab. Kupang. Lagu “Nina Noimempunyai arti tentang anak-anak perempuan kesayangan orang tua yang hidup dan bertumbuh menjadi besar di desa. Adanya kesamaan lirik lagu ini maka kami mempunyai ide untuk memilih judul tarian Feto Apao Kuan.”






Kain adat yang dipakai penari; “Tai Muti” untuk laki-laki melambangkan Kebijaksanaan, sedangkan "Tai Runat" untuk penari perempuan melambangkan Kreativitas, sehingga muncul motif “Kaine’e” untuk penari perempuan dan motif “mafa’fa”, untuk laki-laki. Arti dari kedua motif yaitu semangat kerjasama atau gotong royong, dilengkapi dengan aksesoris pria maupun wanita.

1.      Perlengkapan adat pria:
a.       Destar ( lambang persatuan)
b.      Nafe ( mengenang nama raja pertama “Nafi Rasi”)
c.       Alkosu ( lambang persaudaraan dan keramahtamahan)
d.      Gelang & Kalung ( lambang kemakmuran)
e.       Pedang ( lambang jiwa ksatria)
2.      Perlengkapan adat wanita:
a.       Aksesoris di dahi berbentuk bulan sabit ( kekuatan seorang perempuan dalam segala hal). Dulu memakai tanduk kerbau, hewan yang baik, lembut suatu ketika menjadi ganas jika diusik.
b.      Gelang, Kalung dan Anting ( lambang kekayaan dan kecantikan).
3.      Properti tambahan
a.       Kain hijau, menunjukan alam yang hijau
b.      Kain kuning, menggambarkan kegersangan
c.       Parang, besi gali, tempurung kelapa

Adegan tarian:
1.      Dua penari menggambarkan tanaman hijau, alam yang indah di kab Kupang
2.      Dua penari sisanya adalah gadis desa yang bermain, sangat bahagia dialam yang hijau
3.      Penebang datang dan merusakan lingkungan hijau serta keceriaan anak-anak.
4.      Anak-anak bersedih, namun munculah program Bpk Bupati “Tanam Paksa. Paksa Tanam”.
5.      Dengan sangat rendah hati sih penebang mengakui kesalahan dan menerima tawaran anak-anak gadis desa untk bergotong royong “Tanam Paksa. Paksa Tanam”.
6.      Mereka mulai mencangkul tanah, menanam benih, menyiram serta melindungi.
7.      Akhirnya tanaman mulai  bertumbuh hingga siap dipanen. 


(Yupiter Loinati)



Post a Comment

0 Comments