Latest News

Thursday, 5 December 2019

TAMMY LAYSANDRA - 10 BULAN DI AMERIKA

Terpilih sebagai salah satu dari 79 pelajar Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar selama 10 bulan di Fayetteville, North Carolina, Amerika Serikat, tahun 2018 silam, menjadikan Tammy Laysandra sosok muda yang patut diteladani. Pasalnya, pengalaman yang diperoleh jebolan SMAK Frateran Ndao tersebut datang dari sebuah proses panjang dan tidak instan.

Tammy sudah tekun belajar sejak usia dini. Di bangku SMP, misalnya, ia sudah aktif menulis di majalah dinding sekolah. Ia pun terlibat aktif dalam berbagai ajang lomba baik yang digelar di sekolahnya maupun di luar sekolah. Hal terpenting menurutnya adalah melakukan sesuatu dengan tekun dan tanpa lelah, bukan semata-mata soal hasil namun juga proses.

“Hidup berusaha dan belajar itu bukan hanya sekadar seberapa keras dan bagaimana kita menyelesaikan atau menghabiskan sesuatu, tapi bagaimana kita bisa melakukannya secara terus-menerus dan berulang-ulang secara teratur. Jadi saya bisa terapkan itu ke apa saja, misalnya belajar atau pun olahraga, dan lain-lain,” ujarnya.
Apa yang diungkapkan Tammy nampaknya hal yang sederhana, namun hal itulah yang menghantarnya hingga ke negeri Paman Sam. Tentang pengalaman itu, Tammy menuturkan, “Jadi program pertukaran pelajar ini nama lembaganya US Department of State, kalau yang dari Indonesia Lembaga Bina Antar Budaya. Jadi dulu waktu masih awal-awal kelas satu, Mr. Bram datang ke kelas untuk tawarkan pertukaran pelajar ke anak-anak di kelas. Waktu itu saya iseng ikut-ikutan, padahal belum membayangkan nanti ke depannya bagaimana, test-nya saja belum tau yang seperti apa. Terus setelah itu mulai sering cari-cari informasi mengenai pertukaran pelajar. Karena test-nya berkali-kali dan bermacam-macam, ada tes ilmu pengetahuan umum, bahasa Inggris dan Indonesia, dinamika, psikotest, lewat wawancara bahasa Inggris dan Indonesia beberapa kali juga. Jadi waktu itu jenjang seleksinya bisa setahun. Waktu kelas 2 baru clear hasilnya, peserta yang nantinya diberangkatkan. Jadi di stiap tes jumlah pesertanya semakin brkurang. Dari esmua peserta dari seluruh penjuru Indonesia akhirnya mereka kirimkan 79 orang ke Amerika. Saya bersyukur menjadi salah satunya.”

Berkesempatan ikut dalam pertukaran pelajar tersebut menjadikan gadis kelahiran Ende 4 Januari ini sebagai pribadi yang banyak belajar. Ia belajar bersama siswa yang berasal dari berbagai negara seperti Newzeland, Belgia, Jerman, Maroko, Korea dan berbagai negara lainnya. Kesempatan tersebut juga digunakan Tammy untuk memperkenalkan budaya dan kekayaan alam Indonesia secara umum, dan NTT khususnya.“Banyak hal yang menarik dan unik yang saya temui. Banyak hal baru yang saya temukan baik selama proses seleksi atau pun waktu sudah di sana. Belajar budaya baru, ikut pola hidup orang-orang sana, dan lain-lain,” tuturnya.


Nilai Tertinggi UN SMA 2019
Cerita tentang seorang Tammy Laysandra ternyata tidak berhenti di sana. Kembali dari Amerika, lagi-lagi Tammy membuktikan dirinya sebagai yang terbaik dengan meraih nilai tertinggi untuk UN SMA tingkat Provinsi NTT. Ia berhasil meraih nilai 98 untuk pelajaran Bahasa Indonesia, 94 untuk Bahasa Inggris, serta 92,5 untuk Matematika dan Fisika.

Pengalaman serta prestasi gadis yang kini menekuni jurusan Teknik Kimia di Universitas Widya Mandala Surabaya ini, tentu bukan sesuatu yang datang tiba-tiba melainkan buah dari proses panjang yang telah dilaluinya. Sebelum sampai pada titik ini, Tammy memang telah belajar dengan ketekunan yang maksimal dan tanpa lelah. Selamat Tammy, tetap menjadi yang terbaik. (rf/red)

comments

No comments:

Post a Comment