Latest News

Tuesday, 8 October 2019

220 GURU IKUT MGMP TINGKAT KABUPATEN TTS




TTS, CAKRAWALANTT.COM – Sebanyak 220  guru mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia mengikuti  Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Oktober 2019 di Aula SMP Kristen 2 SoE.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Seperius E. Sipa, M.Si., yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Drs. Johanis F. D. Telnoni, dalam penutupan kegiatan mengatakan, MGMP merupakan wadah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Hal itu tertuang dalam UU No 14 Tahun 2015 terkait kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, termasuk di dalamnya adalah kompetensi profesional.

“Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa berubah setiap saat tetapi peran guru tidak bisa digantikan dengan yang lain. Seorang guru yang mau profesional tidak serta merta menjasi profesional tanpa melalui berbagai pelatihan. Pelatihan itu merupakan sebuah kuliah praktis,” ujarnya.

Jika guru mengikuti MGMP secara baik dimana dia belajar berdiri di depan kelas, memahami konsep, metode, dan cara mengajar yang tepat maka, menurut Seperius, hasilnya akan terlihat pada peningkatan mutu pendidikan.

“Oleh karena itu diharapkan agar para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini pulang dan terapkan di sekolah masing-masing. Semoga ada perubahaan positif di sekolah masing-masing setelah Bapak Ibu kembali ke sekolah,” harapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan MGMP sebetulnya sudah dicoret dari dokumen bersama beberapa kegiatan lain karena adanya rasionalisasi anggaran. Namun, melalui Komisi IV DPRD TTS, kegiatan MGMP muncul dalam DPA perubahaan 2019. Selain itu, MGMP juga akan berlanjut hingga tahun 2020.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS, Marthen Tualaka, dalam pemaparan materinya terkait kebijakan anggaran dan pengawasan APBD mengatakan bahwa dalam proses perencanaan terkait dengan penganggaran sudah dilakukan melalui dengan e-planning.

“Oleh karena itu, setiap perencanaan kita berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dengan jangka waktu selama 25 tahun. Setelah RPJMP turun RPJMD selama 5 tahun dan dilanjutkan dengan RKPD yang diatur oleh masing-masing OPD,” tuturnya.

Tualaka juga menjelaskan bahwa proses perencanaan anggaran dilaksanakan melalui tiga mekanisme  yakni perencanaan reguler, teknokratis dan politis. Perencanaan regular dikenal dengan Musrembang baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, kecamatan, maupun desa dan dusun. Perencanaan teknokrasi berasal dari OPD yang punya konsentrasi khusus pada bidangnya, misalnya pada dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang mengurus bidang pendidikan dankebudayaan. Sementara perencanaan politis merupakan perencanaan yang direncanakan oleh DPRD yaitu dengan cara melakukan reses, kunjungan kerja untuk menyerap aspirasi masyarakat, dan rapat kerja.

Tualaka mewakili Komis IV DPRD TTS sangat mendukung kegiatan MGMP karena kegiatan semacam ini  dapat meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran, selain menjadi wadah untuk menyeragamkan penyampaian materi kepada peserta didik.

Ketua Panitia penyelenggara, David Mbolik, menjelaskan bahwa melalui MGMP para guru mata pelajaran saling berbagi metode pembelajaran  yang  baik dan benar. Produk yang dihasilkan antara lain dalam bentuk perangkat pembelajaran, instrumen soal HOTS, dan silabus. Semuanya sudah dibuat dalam satu file yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran sekaligus juga sebagai pertaggungjawaban. David berharap para peserta yang telah mengikuti kegiatan MGMP ini mampu meningkatkan mutu pendidikan di TTS sehingga daerah TTS bisa bangkit dan sejahtera. (Lenzho/red)

comments

No comments:

Post a Comment