Latest News

Friday, 16 August 2019

VALENTINA TANATE: GUNAKAN MEDIA SOSIAL SECARA BIJAK


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM – Kepala Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT), Valentina Lovina Tanate, S.Pd., mengingatkan peserta didik untuk menggunakan media sosial secara bijak. Hal ini disampaikannya pada acara penutupan kegiatan Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa, Kamis (15/8/2019) di hotel Sahid T-More, Kupang.

“Dalam kegiatan ini adik-adik sudah mendapatkan berbagai ilmu dari para narasumber, baik di kelas jurnalistik, kelas desain, maupun kelas bahasa. Setelah kegiatan ini saya berharap adik-adik bisa menggunakan media sosial secara bijak, menjadi admin yang baik,” tuturnya.

Dirinya juga meminta peserta didik untuk terus meningkatkan potensi dirinya masing-masing dan tidak berpuas diri dengan apa yang telah dicapai. Belajar, tegas Valentina, harus dilakukan terus-menerus.

Terkait majalah dinding digital yang dihasilkan masing-masing sekolah dalam kegiatan ini, Valentina meminta agar majalah dinding tersebut terus dihidupkan. Kantor Bahasa NTT, jelasnya, akan terus memantau perkembangan majalah dinding di setiap sekolah. Selanjutnya pada bulan Oktober 2019 akan diadakan lomba majalah dinding digital yang melibatkan sekolah-sekolah di Kota Kupang, terutama sekolah-sekolah yang dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Kalian menjadi peletak dasar majalah dinding digital. Ini pertama kalinya kita lakukan di Kota Kupang dan di NTT secara umum. Ke depan adik-adik jangan malu bertanya kepada para narasumber,” harapnya.

Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa, berlangsung selama empat hari (12 – 15/8/2019), melibatkan 300 peserta tingkat SMP dan SMA se-Kota Kupang dan sejumlah guru pendamping. Dalam kegiatan tersebut peserta dibagi ke dalam tiga kelas yakni Kelas Jurnalistik, Kelas Bahasa, dan Kelas Desain, didampingi tim narasumber terdiri dari staf teknis Kantor Bahasa NTT, jurnalis, dan pegiat film.

Pantauan media ini kegiatan berjalan lancar dan diikuti seluruh peserta dengan penuh antusias. Tidak hanya mendapat teori, peserta juga didampingi untuk menghasilkan dan menyunting berbagai jenis tulisan. Di akhir kegiatan semua sekolah berhasil mengunggah majalah dinding digital (instragaram).

Monica Lerrick, siswi SMPK Giovanni Kupang, mengungkapkan, dirinya sangat bahagia bisa mengikuti kegiatan tersebut dan mendapat banyak pelajaran baru terutama di kelasnya yakni jurnalistik. Rachell, siswi SMPN 2 Kota Kupang, juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, dari kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut, peserta dapat. mengembangkan berbagai kreativitasnya dan dapat belajar bagaimana menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Hal senada diungkapkan Arny, guru pendamping dari SMPN 6 Kota Kupang. Menurutnya, kegiatan yang digagas Kantor Bahasa NTT tersebut membawa dampak yang sangat positif bagi peserta didik.

“Pertama, menambah wawasan anak-anak. Kemudian membuat anak-anak menjadi lebih berani untuk berekspresi lewat media sosial. Tidak hanya itu, mereka dibekali tentang tata bahasa dan ilmu jurnalistik sehingga mereka dapat belajar bagaimana menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar termasuk di dalam media sosial,” ungkapnya. (rf/red)
   

comments

No comments:

Post a Comment