Latest News

Tuesday, 28 May 2019

KABUPATEN TTS URUTAN KE-4 UNKP SMP TINGKAT PROVINSI NTT


TTS, CAKRAWALANTT.COM – Dari 153 sekolah menengah pertama  yang mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2019, terdapat 147 sekolah yang menggunkana UNKP sementara 6 sekolah yang menggunakan UNBK. Dari hasil ujian berbasis kertas dan pensil (UNKP) Kabupaten TTS menempati urutan ke-4 tingkat Provinsi NTT. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Saperinus E. Sipa, saat ditemui wartawan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT usai menerima hasil Ujian Nasional SMP/MTs Tahun 2019, Senin,(27/5).

“Di lain sisi kami berbangga tetapi di lain sisi masih banyak yang beranggapan bahwa UNKP masih diragukan. Tetapi untuk Kabupaten TTS tidak hanya pada tahun ini memperoleh nilai seperti itu tetapi hampir setiap tahun di Kabupaten TTS masuk 5 besar tingkat provinsi. Pada tahun ini kami dari lima besar naik  ke empat besar sehingga dari sisi lain masih banyak sekolah yang menyelenggarakan UNKP  tetapi kami mau menyatakan bahwa apa yang telah dilaksanakan sudah  maksimal. Oleh karena itu kami bertekad untuk lebih meningkatkan lagi kualitas dan juga akan memperbanyak lagi peserta UNBK ke depan,” jelasnya.

Sipa juga merasa bangga terkait nilai yang diperoleh para siswa, pasalnya peserta UNBK berhasil menorehkan nilai tertinggi yakni pada mata pelajaran Bahasa Indonesia 96, Bahasa Inggris 96, Matematika,97,50, dan pada mata pelajaran IPA 83,50. Menurutnya, meski dalam UNBK Kabupaten TTS tidak masuk dalam 10 besar tetapi pihaknya berbangga karena nilai yang diperoleh siswa tinggi dengan rentang nilai dari 90 hingga 99, cukup banyak siswa yang memperoleh nilai tinggi pada mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.

Sementara untuk UNKP, jelasnya, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat 249 siswa yang memperoleh nilai 90 – 99. Namun yang menonjol adalah pada mata pelajaran Matematika yaitu sebanyak 907 orang yang memeperoleh nilai pada rentang 90 – 99.

“Dengan hasil ini kami mengakui bahwa pada tahun kemarin terdapat 15 siswa yang memperoleh nilai sempurna atau 100 pada mata pelajaran Matematika. Pada tahun ini walaupun tidak ada yang memeperoleh nilai sempurna tetapi hampir 1000 orang memperoleh nilai Matematika dengan rentang nilai dari 90 hingga 99. Jadi, ini merupakan salah satu kebanggaan bagi Kabupaten TTS,” ungkapnya.

Terkait perolehan nilai tersebut, Sipa megemukakan beberapa hal mendasar. Pertama, instruksi  Bupati TTS terkait Gerakan Anak Masuk Sekolah (GAMAS). Gerakan ini dapat memastikan bahwa setiap hari anak ada di dalam kelas. Kini ada gerakan tim GAMAS tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa sampai dengan babinsa, polsek, camat dan danramil. Setiap hari mereka selalu beroperasi di tempat ramai, misalnya pasar dan sebagainya, tetapi sekarang mereka beroperasi ke sekolah-sekolah dan jika terdapat ruang yang kursinya kosong dan tanpa pemberitahuan maka tim GAMAS sendiri yang akan mencari dan menemukan kemudian mengantarnya ke sekolah. Ini merupakan hal yang baik karena jika anak sudah ada di dalam kelas tentunya akan mengikuti pelajran dengan baik, maka hasilnya pun juga akan memuaskan  seperti sekarang.

“Selain GAMAS, MGMP juga selama ini aktif, maka mutu anak juga bisa dilihat baik di tingkat MGMP dan juga MKKS semua  berjalan dengan baik. Dengan adanya MGMP ini para guru aktif sekali dibanding mengadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak guru yang tergabung namun dalam pelaksanaan banyak guru yang berada di luar. Oleh karena itu saya lebih menghidupkan MGMP dan MKKS di masing –masing wilayah,” tuturnya.

Sipa menyampaikan, pengumuman hasil UN SMP/MTs akan dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2019. Terkait hal tersebut, pihaknya sudah menginformasikan kepada semua kepala sekolah agar saat pengumunman diwajibkan semua peserta didik untuk mengenakan pakaian adat, dengan maksud untuk memajukan budaya sekaligus juga mengantisispasi siswa agar tidak melakukan aksi coret-coret seragam. (Lenzho/red)

comments

No comments:

Post a Comment