Latest News

Saturday, 11 May 2019

Inilah Juara Lomba Paduan Suara Tingkat SD/MI Se-Kota Kupang 2019


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - Lomba paduan Suara yang dilaksanakan setiap tahun bagi anak-anak SD/MI tingkat Kota Kupang ini diikuti oleh 72 sekolah. Kegiatan lomba yang dimulai sejak tanggal 8 hingga 10 Mei 2019  berlangsung di GOR Flobamora Kupang. Sesuai keputusan dewan juri, Juara I diraih oleh SDI Lasiana, Juara II diraih oleh SDK St. Maria Assumpta, Juara III diraih oleh SD Negeri Kuanino, Juara IV diraih oleh SDI Oebobo 1, dan Juara V diraih oleh SDI RSS Oesapa.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas P dan K Kota Kupang, Dominggus Alexander yang ditemui usai perlombaan, Jumat (10/5/2019), mengatakan, piala bergilir walikota yang diperebutkan ini merupakan piala kedua karena piala bergilir pertama sudah menjadi milik SDI Labat yang berhasil menjadi juara tiga kali beturut-turut. 

Lebih lanjut, Alexander menyampaikan, pada tahun ini sang juara bertahan didiskualifikasi karena terlambat datang mengikuti perlombaan.

Tujuan lomba paduan suara ini, menurutnya, juga bagian dari pendidikan karakter anak.

Anak bisa berubah dari hal yang tidak baik menjadi baik,” ungkapnya. Lomba paduan suara diselenggarakan bagi anak-anak SD karena mereka adalah bibit penyanyi NTT di masa depan apalagi  saat ini penyanyi asal NTT sudah diperhitungkan di level nasional.

Alexander berharap penyelenggaraan pada tahun mendatang bisa diikuti lebih banyak sekolah lagi.

Kita berharap tahun depan bisa melibatkan untuk anak SMP Juga,” katanya.

Terkait dengan lagu yang dilombakan yaitu ada lagu wajib dengan judul Maju Tak Gentar dan juga satu lagu pilihan yang ditentukan yakni satu lagu daerah Sabu, Timor, dan Manggarai.

Marianus Seong, S.Pd., M.Pd. salah satu juri Lomba Paduan Suara tersebut kepada wartawan mengatakan secara keseluruhan masih banyak hal yang harus dipelajari oleh para peserta dalam bernyanyi.

“Tim-tim yang juara pun masih ada celah,” imbuh  Rian.

Menurutnya, harus ada standar yang jelas dalam melatih anak-anak  mengikuti paduan suara. Secara pribadi dirinya menilai, secara umum para peserta kelihatan sekali kurang persiapan baik itu dari guru yang melatih maupun anak-anak.

Lebih lanjut, Seong mengatakan bahwa dirinya bersama kedua teman juri lainnya juga telah mengusulkan kepada dinas terkait agar membuat workshop bagi semua guru seni yang ada di Kota Kupang, dengan tujuan agar mereka memiliki satu pemahaman dan standar yang sama dalam mentransfer ilmu seni kepada anak-anak.

Supaya ada kelanjutan tapi kalau momen seperti ini hanya sekedar untuk ikut ramai ya sia-sia saja, jadi kelompok yang juara ya juara terus setiap tahun,”pesan Rian.

Rian memberikan apresiasi kepada para peserta yang aktif dan begitu antusias mengikuti lomba. (LZ/RZ)
comments

No comments:

Post a Comment