Latest News

Tuesday, 14 May 2019

DR. I WAYAN ARTIKA: LITERASI, MENUJU BANGSA PEMBACA



Bali, CAKRAWALANTT.COM – Menghidupkan budaya literasi harus berangkat dari sebuah keterpanggilan jiwa untuk berbagi. Gerakan literasi tanpa ada passion untuk membangun bakal menajdi hambar dan sia-sia. Dari banyak penelitian, bangsa ini telah dinobatkan sebagai bangsa yang tidak memiliki kegemaran membaca. Saya hadir di tempat ini, lebih sebagai penggagas “Desa Literasi’ ketimbang sebagai dosen. Kita akan berbagi bersama tentang bagaimana membangun gerakan literasi dari akar rumput. Hal ini disampakan Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., ketika tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Baca-Tulis Tingkat Regional Bali dan Nusa Tenggara, Senin (13/5/2019) di Hotel Ramada, Jalan Sunset Road No. 9, Kuta, Bali.

Menurut I Wayan Artika, keterpanggilanya untuk mendirikan “Desa Literasi” berangkat dari sebuah kegelisahan. Banyak anak-anak usia sekolah yang menghabiskan waktu begitu saja tanpa ada sebuah kemauan untuk membaca. Memang memaksa mereka untuk gemar menulis tidaklah mudah. Tetapi kita harus mempunyai sekian banyak dinamika dan strategi agar anak-anak untuk gemar membaca. 

“Saya selalu memilki sekian banyak cara untuk anak-anak mengenalkan tokoh-tokoh besar dunia yang saya baca dari buku dengan cara yang lebih sederhana dan bersifat rekreasi. Semisal, saya menceritakan tokoh seorang Mahatma Gandhi. Saya tidak langsung menceritakan siapa itu Gandi. Tetapi saya memberi mereka segumpal kapas, sambil membentuk kapas itu menjadi benang, saya menceritakan tentang sikap dan perjuangan beliau yang ingin membebaskan India dari penjajahan bangsa asing,” tuturnya. 



Lebih lanjut, dosen Universitas Pendidikan Ganesha Bali ini menekankan, gerakan literasi sejatinya menghantar kita menuju bangsa pembaca, pasalnya bangsa kita bukanlah bangsa pembaca. Hal terpenting dalam membaca, tegasnya, adalah melakukan apa yang dibaca. Pertanyaan yang perlu dijawab yakni apa dampak kegiatan membaca bagi anak? Ketika anak menemukan rasa percaya diri, misalnya, itu merupakan hal yang luar biasa. 

Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Baca-Tulis Tingkat Regional Bali dan Nusa Tenggara yang direncanakan berlangsung hingga Jumat (17/5/2019) mendatang tersebut melibatkan 80 peserta dari Provinsi Bali, NTB, dan NTT. Peserta kegiatan terdiri dari guru SD/MI, guru Bahasa Indonesia SMP/MTs, atau guru Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA, pegiat literasi, dan staf balai/kantor bahasa yang sudah pernah mengikuti Bimtek Calon Tenaga Penyuluh. Kegiatan ini dilaksanakan guna mendukung penumbuhan budaya literasi dalam rangka Gerakan Literasi Regional dengan memilih sejumlah fasilitator untuk dilibatkan dalam praktik baik berliterasi baca-tulis di daerah. (gr/rf)  

comments

No comments:

Post a Comment