Latest News

Monday, 6 May 2019

30 SMK Ikuti Gebyar SMK 2019


Kota Kupang, CAKRAWALANTT.COM - SMK merupakan lembaga pendidikan formal yang membangun tugas untuk mendidik dan melatih siswa dalam rangka mempersiapkan calon-calon tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar kerja, seyogyanya harus terus dipacu untuk mengembangkan sistem dan pola pendidikan dan pelatihan yang efektif dan efesien sehingga tercapai tujuan akhir penyelenggaraan  lembaga pendidikan menengah kejuruan.

Hal tersebut  di atas diungkapkan oleh Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT,  Pius Rasi kepada media, Senin (6/5/2019).  Gebyar SMK yang berlangsung di Lapangan Alun-alun I. H Doko, Kantor Dinas P & K Provinsi NTT, Jln. Jend Soeharto No. 57 ini mengusung tema Kreativitas Menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Pius menjelaskan bahwa salah satu penyelenggaraan pendidikan di SMK untuk meningkatkan daya saing dan menyesuaikan dengan permintaan pasar akan tenaga kerja di bidang jasa dan produk adalah dengan mengadakan pameran hasil karya siswa berupa produk dan jasa sesuai dengan bidang yang ada pada SMK. Pada Gebyar SMK ini, produk dan jasa siswa tidak hanya dipamerkan tetapi dapat juga dibeli oleh masyarakat.

Lebih lanjut Pius menerangkan, dengan adanya pertemuan secara langsung antara siswa sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen, akan terjadi komunikasi antara siswa sebagai penyedia jasa dan produk dengan masyarakat sebagai pengguna.

“Siswa akan tahu apa yang akan menjadi keinginan masyarakat terhadap jasa dan produknya sehingga siswa sendiri akan tahu apa yang harus diperbaiki dan apa yang diminati oleh konsumennya. Semua unsur yang membuat orang membeli suatu produk atau jasa akan didapat dalam gebyar hasil karya ini. Kualitas, harga, pelayanan, termasuk purna jual akan menentukan orang membeli atau tidak,” ungkap Pius.

Pius menjelaskan pula bahwa bagi lembaga pendidikan sendiri Gebyar SMK ini merupakan even evaluasi yang penting. Di sini, sekolah dapat mengetahui kompetensi siswa-siswinya, seberapa jauh kesiapan siswa-siswinya memasuki dunia kerja. Selain itu, seberapa jauh penghargaan masyarakat terhadap kualitas siswa- siswanya dapat terlihat di Gebyar ini.

“Even ini merupakan pemicu bagi SMK untuk terus-menerus meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah agar siswanya dapat bersaing di pasar kerja kelak,” kata Pius.

Penyelenggaraan Gebyar SMK dimaksudkan untuk mempromosikan keunggulan produk barang dan  jasa yang dihasilkan siswa melalui proses pendidikan dan pelatihan di sekolah serta untuk menumbuhkembangkan jiwa wira usaha. Tujuan dari  penyelenggaraan Gebyar Siswa SMK adalah untuk memotivasi pengelola dan penyelenggara SMK baik negeri maupun swasta untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada produk (barang dan jasa) yang berkualitas dan kompetitif. Selain itu, untuk mempromosikan potensi SMK kepada masyarakat sebagai pendidikan formal yang sekaligus mampu memberikan pelayanan  jasa maupun produk barang serta  menjaring dunia usaha/industri untuk dapat berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada SMK.

Beberapa kompetensi keahlian dipamerkan dalam Gebyar SMK ini. Kompetensi keahlian tersebut yakni keahlian teknologi dan rekayasa, keahlian teknologi dan komunikasi, keahlian seni, kerajinan, dan  pariwisata, keahlian bisnis dan manajemen, keahlian agrobisnis dan agroteknologi, dan keahlian di bidang kesehatan.

Sementara Kepala Seksi Kesiswaan Dikmen Dinas P & K Provinsi NTT, Yosefina Mai kepada media mengatakan,  ada 30 SMK yang ikut dalam gebyar SMK tahun ini. 16 SMK berasal dari Kota Kupang sedangkan lainnya berasal dari berbagai kabupaten se-Provinsi NTT.

Lebih lanjut Yosefina mengatakan gebyar tahun ini akan dibuka langsung oleh Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat, Selasa (7/5/2019).

Yosefina juga menekankan bahwa  gebyar ini bukan hanya sebagai pajangan semata namun melatih para siswa untuk mampu menjelaskan hasil karya mereka kepada masyarakat.

“Para siswa dilatih untuk mampu menjelaskan hasil karya mereka terkait apa yang mereka lakukan selama ini, bagaimana cara untuk mempresentasikan hasil karya mereka kepada masyarakat umum,” jelas Yosefina.

Yosefina juga berharap dengan adanya gebyar ini masyarakat juga  mendukung  karena ini bukan hanya kepentingan dinas pendidikan tapi untuk masyarakat luas. Ia pun berharap agar para siswa ini setelah tamat bisa terserap di dunia kerja serta hasil produksi mereka bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat yang ada.

Pantauan media ini, Senin (6/5/2019) pukul 18.00, para peserta sibuk mempersiapkan stan masing-masing. (Lenzo/RZ)
comments

No comments:

Post a Comment