Latest News

Friday, 2 February 2018

Memprihatinkan! Ini Kondisi Gedung SMPN 17 Kota Kupang


Kota Kupang , Cakrawala NTT-Kondisi gedung SMPN 17 Kota kupang yang terletak di Jln. Sikib, Kel. Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang sangat memprihatinkan. Tembok di 2 ruang  belajar yang dipakai oleh siswa kelas VII dan ruang kantor bagi para guru telah retak. Lantai di ruangan-ruangan tersebut pun telah retak.

Kepala  SMPN 17 Kupang, Ryksyam Sandy, S.Pd,  saat ditemui Cakrawala NTT mengatakan bahwa dirinya berharap agar pemerintah Kota Kupang dapat memberikan perhatian kepada sekolahnya melalui dana DAK tahun 2018.

Ruang KTU SMPN 17 Kota Kupang
“Ini supaya meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semua. Kita perlu menjaga agar bangunan ini tidak ambruk dan menimpa para murid, guru atau juga masyarakat di sekitar. Saya sangat mengharapkan perhatian pemerintah, dalam hal ini melalui anggaran untuk pembangunan ruang baru,” ungkap Sandy.

Kalau memang dana untuk pembangunan gedung baru tidak mencukupi, lanjut Sandy, maka perlu ada pemutihan agar gedung tersebut dirobohkan saja demi meminimalisir hal-hal yang tidak diingkan. Ini perlu dilakukan karena kondisi tanah di daerah tersebut labil dan kerusakan bangunan telah mencapai angka di atas 70%.

Jadi kalau memang ada bantuan, harus disesuaikan dengan kondisi  tanah. SMPN 17 ini berdiri di atas tanah yang labil maka tidak bisa kita samakan dengan sekolah lain yang kondisi tanahnya stabil. Saya berharap agar ke depan bangunan sekolah, khususnya sekolah negeri di Kota Kupang tidak ada lagi yang rusak agar kenyamanan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik maupun peserta didik tercapai,” tutur Sandy.

 Selain ruang kelas yang digunakan oleh siswa kelas VII, kondisi ruangan kantor juga sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk digunakan. Sekolah ini juga tidak memiliki pagar, sehingga Sandy pun berharap agar sekolahnya juga dapat dibatasi oleh pagar agar anak-anak lebih berkonsentrasi dalam belajar.

Lebih jauh, dirinya juga mengatakan bahwa saat musim hujan, halaman sekolah ini berlumpur dan digenangi oleh air sehingga para siswa tidak dapat melakukan apel pagi seperti biasanya. Selama ini langkah yang diambil untuk mengatasi hal adalah mengumpulkan semua siswa dalam satu ruangan guna memberikan arahan sebelum memulai proses KBM. Dirinya berharap agar ke depan pihaknya juga bisa mendapatkan lapangan yang baik sehingga para siswa dapat melaksanakan upacara bendera.
Kondisi ruang guru SMPN 17 Kota Kupang

Terkait dengan berbagai kekurangan yang ada di SMPN 17 Kota Kupang tersebut, Sandy menuturkan bahwa upaya yang selama ini dilakukan ialah dengan menghubungi pihak dinas terkait maupun DPRD Kota Kupang agar dapat memperoleh perhatian. Ia mengakui bahwa selama menjadi kepala sekolah, bantuan bagi sekolahnya belum terlihat, namun dirinya terus melakukan pendekatan agar anggaran di tahun 2018 ini sekolahnya bisa memperoleh bantuan.

Walaupun memiliki berbagai kekurangan, SMPN 17 Kotan Kupang tidak berhenti untuk berbenah diri. Selain disiplin dan tata administrasi yang baik, Sandy juga berusaha menyadarkan para siswa untuk mencintai lingkungan dengan cara bekerja sama dengan Dinas Kehutanan. Melalui “Gerakan Cendana Pelajar” para siswa mendapat anakan cendana untuk ditanam di lokasi yang masih kosong. Di bulan Desember 2017, terdapat 5.000 anakan pohon cendana yang telah dibagikan kepada semua siswa.

Sementara itu, kepala Tata Usaha (KTU) Sem Benu, SH, mengatakan bahwa saat musim hujan seperti ini, dirinya bersama para guru meninggalkan ruang guru karena takut gedung tersebut rubuh.

“Kalau hujan lebat disertai angin, kami semua keluar dari ruangan kantor karena takut gedung itu rubuh,” pungkasnya.

Salah satu ruang kelas di SMPN 17 Kota Kupang
Benu pun berharap agar pemerintah bisa memberikan dana terkait dengan penambahan ruang kelas dan ruang kantor yang baru.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang, Filmon J. Lulupoi yang ditemui di ruang kerjanya mengakui bahwa dirinya telah melihat kondisi ruangan yang ada di SMPN 17 Kota Kupang. Dirinya berjanji akan mengupayakan dana agar bisa dibangun gedung yang baru di sekolah tersebut.

Terkait dengan pemutihan agar gedung tersebut dirubuhkan, Lulupoi mengatakan bahwa akan mengkoordinasikan hal tersebut demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (Lenzo)
comments

No comments:

Post a Comment