Latest News

Friday, 5 January 2018

Domi Nitsae: Mengakarkan Budaya Literasi di SMAN Noemuti Timur



TTU, Cakrawala  NTT-Generasi Timor Tengah Utara sebagai tulang punggung bangsa dan Negara perlu dibekali dengan berbagai ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan. Membaca, menulis, dan berbicara budaya literasi sudah semestinya ditanamkan pada anak sejak dini. Tidak perlu membandingkan dengan daerah lain, ini harus dimulai.

Demikian pandangan Dominikus Nitsae, S.Pd kepala SMAN Noemuti Timur, kabupaten Timor Tengah Utara belum lama ini di ruang kerjanya, ketika menerima Pemimpin Umum  MPC-NTT Agustinus Rikarno, S.Fil dan wartawan MPC-NTT wilayah Timor Tengah Utara Gervas Salu.

Merespon gerakan literasi yang dicanangkan pemerintahan pusat, Domi Nitsae berargumen bahwa sekolah sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, penyaluran minat, bakat, dan ketrampilan budaya; membaca dan menulis memberi identitas dan jati diri bagi semua komponen yang ada di dalamnya. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sejalan dengan K-13 dalam mana siswa wajib membaca 15 menit sebelum KBM berlangsung telah dipikirkan pihak sekolah sudah sejak awal.

Mading sekolah sudah kami punya. Anak-anak perlahan sudah mulai mengekspresi kemampuan mereka. Hadirnya Media Pendidikan Cakrawala-NTT setidaknya membawa virus peningkatan dan penajaman budaya menulis dan membaca di sekolah kami. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Tim MPC-NTT. Besar harapan kami kelanjutan program atau gerakan literasi menjadi menu siswa-siswi dan dan para guru setiap waktu. Tidak ada kata terlambat. Mari kita menyelesaiakan pekerjaan hari ini dan tak perlu menunda sampai esok,” ujar Nitsae bersemangat.

Nitsae, jebolan FKIP Unimor Kefamenanu-TTU 2015 ini mengakui bahwa dirinya meniti karir sebagai tenaga pendidik dengan penuh liku dan duka. Dirinya pernah bertugas di SMP 2 Insana Tengah, SMAN Insana Tengah, SMP Satap Ankiko, SMP Satap Neofmolo hingga dipercaya menjadi kepala sekolah di SMAN Noemuti Timur sejak tahun 2015. 

Ini tugas, tanggung jawab, dan panggilan yang harus saya jalani dan saya menikmati panggilan ini,” Nitsae menambahkan.

Diakui oleh Nitsae bahwa sekolahnya masih kekurangan tenaga guru, terutama guru PNS. Data sementara menunjukan bahwa tenaga guru berjumlah 21 orang, terdiri dari 1 orang PNS, yakni kepala sekolah sendiri sementara yang lainnya berstatus sebagai guru  honor komite. Jumlah rombongan belajar ada 6 kelas dengan total siswa 139. Tahun ini (2018) SMAN Noemuti Timur mengikutsertakan 49 siswa peserta UN. (Gervas Salu)                     

comments

No comments:

Post a Comment