Latest News

Friday, 24 November 2017

Dinas Perpustakaan Provinsi NTT Gelar Bimtek bagi Pengelola Perpustakaan Desa

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi NTT, Ir. Frederik J. W Tielman, M.Si, (ketujuh dari kiri), bersama para peserta Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan Umum Desa
Kota Kupang, Cakrawala NTT - Guna meningkatkan pengelolaan perpustakaan yang baik serta membudayakan masyarakat gemar membaca bagi masyarakat yang ada di pedesaan, Dinas Perpustakaan Propinsi Nusa Tenggara Timur menggelar bimbingan teknis kepada para pengelola perpustakaan desa/kelurahan. Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta dari 16 kabupaten, masing-masing dua peserta dari satu desa tiap kabupaten. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Rabu (22/11/2017) dan akan berakhir pada Jumat (24/11/2017), di Hotel Papa John’s Kupang.
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi NTT, Ir. Frederik J. W Tielman, M.Si, dalam sambutannya membuka bimtek tersebut mengatakan, membaca membantu orang memanfaatkan potensinya, baik sumber daya alam maupun dirinya, sehingga dapat mengatasi persoalan-persoalan yang ada di desa masing-masing. Bimtek ini, lanjutnya, akan membantu para pengelola perpustakaan desa agar dapat mengelola perpustakaan dengan baik agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, para pengelola perpustakaan diharapkan dapat membantu menyadarkan masyarakat akan pentingnya manfaat membaca buku.
“Kegiatan membaca memungkinkan kita menemukan hal-hal baru yang dapat menambah wawasan berpikir kita untuk kemudian meningkatkan kualitas kehidupan,” kata Tielman.
Ketua panitia bimtek, Lukas M. Dju, dalam laporan kepanitiaannya mengatakan, perpustakaan desa merupakan sumber belajar, informasi, dan rekreasi. Masyarakat dapat memanfaatkan perpustakaan tersebut secara bebas, mutlak, terjangkau dan akurat. Dengan demikian masyarakat mendapatkan berbagai informasi terkait pembangunan dan bidang lainnya demi pengembangan kehidupan mereka.
Ir. Frederik J. W Tielman, M.Si memberikan 
kartu tanda peserta kepada salah satu peserta bimtek
Bimtek ini, lanjut Lukas, bertujuan memberikan pengetahuan dasar terhadap pengelola perpustakaan desa/kelurahan, menyiapakan tenaga pengelola perpustakaan yang memiliki keterampilan dalam mengelola perpustakaan di setiap desa/kelurahan, serta menyampaikan permasalahan dan berbagai informasi yang terdapat di lapangan tentang tugas dan peran utama dalam pengelolaan perpustakaan sehingga dapat dicari solusinya.
Adapun desa yang mengikuti bimtek ini adalah Desa Pasir Putih Kab. Manggarai Barat, Desa Watu Nori Kab. Manggarai Timur, Desa Boti Kab. TTS, Desa Mukureku Kab. Ende, Desa Wairbleler Kab. Sikka, Desa Mauliru Kab. Sumba Timur, Desa Letkole Kab. Kupang, Desa Hudihopo Kab. Rote Ndao, Desa Towak Kab. Nagekeo, Desa Watuone Kab. Flores Timur, Desa Roboaba Kab. Sabu Raijua, Desa Teba Timur Kab.TTU, Desa Compang Namut Kab. Manggarai, Desa Bowali Kab. Ngada, dan desa dari Kab. Belu dan Kab. Sumba Barat. 
Dengan adanya penambahan 16 desa ini ditambah satu desa yakni Desa Kiku Boko di Kabupaten Sumba Barat Daya yang tidak sempat mengirimkan pengelolanya, maka sudah 1060 desa di NTT yang dipercayakan untuk mengelola perpustakaan desa serta mendapat bantuan dari pemerintah. (Lenzho/Ens)
comments

No comments:

Post a Comment